splash
Selamat Datang!
Ini adalah blog pribadi Denny Hariandja. Isi blog ini sepenuhnya merupakan pandangan dan tanggungjawab saya pribadi.
Posted By dny on August 2nd, 2010

http://dennyhariandja.com/masa-kecil-tanjung-priok-1984/

NAMAKU Martinus Dante. Saat ini aku bekerja sebagai editor di sebuah kelompok penerbitan media gaya hidup. Aku adalah salah seorang yang ikut menentukan pakaian apa yang harus Anda kenakan besok, kemana Anda harus berlibur tahun depan, siapa yang harus Anda kencani, instruksi apa yang harus Anda berikan kepada penata rambut Anda, gadget apa yang harus […]

 

Bersepeda Lintas Alam Kintamani-Klungkung

Posted By dny on August 10th, 2013

Di awal rute ini, ban sepeda kami menggilas jalan aspal selebar sekitar 1,5m dengan permukaan yang tidak mulus, rusak di sana-sini. Di kiri-kanan pohon-pohon hutan lindung seperti berlari ke belakang kami. Jalanan yang kami lalui memang menurun, meski landai, sehingga sepeda kami dapat melaju dengan kecepatan sekitar 20km/jam tanpa dikayuh. Sesekali pepohonan di sisi kami menghilang digantikan pemandangan lepas. Rupanya kami sedang melintas menyusuri sisi perbukitan.
Sabung Ayam
Sekitar sepuluh menit kemudian, jalan aspal habis. Di depan kami jalan tanah, yang juga bergelombang, membentang panjang, berkelok, masih menurun. Jalan utama dimana kami pertama kali masuk sudah beberapa kilometer di belakang sana. Tiba-tiba kami sadar bahwa kami tidak mendengar lagi suara-suara mesin dari dunia modern, hanya sesekali ketika berpapasan dengan penduduk lokal. Itu pun sangat jarang. Kami berada di sisi Bali yang sangat berbeda dari sisi yang pernah kami kunjungi.

Melewati perkampungan penduduk – yang sudah saya tidak perhatikan lagi namanya – adalah hal yang tidak terbeli di kota besar. Kami tahu harus mengayuh sepeda lebih cepat lagi ketika berpapasan dengan anjing-anjing kampung yang sangat bersemangat mengejar kami seperti tidak pernah melihat sepeda melintas. Anak-anak pun tidak kalah bersemangatnya, meninggalkan permainan mereka untuk mengejar kami sambil berteriak-teriak, “Hello, hello, hello!”. Jadilah kami menikmati alam tempat tinggal mereka, dan mereka menikmati kami sebagai tontonan.

Beberapa kilometer lagi ke pedalaman Bali ini, kami masuk sebuah desa – ada keramaian di sana. Rupanya, kedatangan kami pas waktunya dengan musim ngaben. Dan keramaian itu adalah sabung ayam. Kesempatan yang jarang bisa kami temui ini membuat kami memutuskan untuk berhenti sebentar melihat-lihat. Ini dunia yang benar-benar berbeda – kami berada di perut Bali.

Puas melihat-lihat apa yang dilakukan penduduk lokal dalam acara seperti itu, kami melanjutkan lagi perjalanan, masih menyusuri jalan tanah yang bergelombang, menurun, dan berkelok, sampai akhirnya berbelok masuk ke sebuah jalan setapak dan masuk ke dalam sebuah rumah. Lagi-lagi ini adalah atraksi buat teman-teman Perancis kami yang tidak pernah melihat pohon kelapa, salak, dan keripikk tempe. Itulah yang disajikan pemilik rumah kepada kami. (Teman-teman Perancis kami bertepuk tangan ketika pemilik rumah memanjat pohon kelapa.) Inilah akhir dari semacam etape pertama kami.

Tags: ,

Similar Posts
  • Yanwar Sugi

    om, boleh tahu gak contact HP Wayan, saya tertarik main sepeda di Bali. Terima kasih.

  • dny

    Boleh, om. Silahkan: Wayan Kembar, 0818566743 atau 0361-978631.

Read more:
Cinta Perempuan Kaya

“Berapa banyak uang, kesuksesan, dan kekuasaan yang harus diraih seorang perempuan sebelum Anda tega menonjok mukanya?” - O.J. O'Rourke -...

Close