splash
Selamat Datang!
Ini adalah blog pribadi Denny Hariandja. Isi blog ini sepenuhnya merupakan pandangan dan tanggungjawab saya pribadi.
Posted By dny on August 2nd, 2010

http://dennyhariandja.com/masa-kecil-tanjung-priok-1984/

NAMAKU Martinus Dante. Saat ini aku bekerja sebagai editor di sebuah kelompok penerbitan media gaya hidup. Aku adalah salah seorang yang ikut menentukan pakaian apa yang harus Anda kenakan besok, kemana Anda harus berlibur tahun depan, siapa yang harus Anda kencani, instruksi apa yang harus Anda berikan kepada penata rambut Anda, gadget apa yang harus […]

 

Bintan Trip: Perjalanan ke Teluk Bakau

Posted By dny on August 21st, 2012

Perjalanan dari Jakarta ke Bintan membutuhkan waktu 90 menit dengan pesawat terbang. Berangkat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta pukul 18.00 menggunakan Sriwijaya Air, kami tiba di Bandara Internasional Raja Haji Fisabillilah pukul 19.30. Nama bandara ini diambil dari nama pahlawan nasional Indonesia yang memimpin perlawanan terhadap Belanda dan tewas di pertempuran Teluk Ketapang, Malaka pada tanggal 18 Juni 1784. Namun, sampai saat ini, penduduk lokal masih menggunakan nama Bandara Kijang.

Dari bandara perjalanan menuju Pantai Trikora, tempat kami akan menginap, menggunakan taksi bandara. Jarak tempuh kira-kira 1 jam, dan biaya yang harus dikeluarkan untuk taksi bandara ini adalah Rp 280 ribu. Cukup mahal. Tapi kami sepertinya tidak punya pilihan lain.

Kami sampai di penginapan – Ocean Bay Resort – pukul 20.30. Harga kamar sekitar Rp 300 ribu per malam – kami reservasi lewat booking.com. Penginapan ini berbentuk rumah-rumah panggung yang berdiri di atas kolam air laut raksasa. Mirip kelong – bedanya tidak bisa diseret dengan perahu ke tengah laut seperti kelong biasa.
Tertambat

Kamarnya sangat sederhana. Meski menggunakan toilet duduk, tapi tidak ada flush. (Belakangan saya tahu kondisi toilet duduk tanpa flush ini membuat turis-turis dari Singapura terheran-heran. Di hari terakhir kami menginap di sini, saya juga sempat melihat bagaimana sekelompok turis dari Australia yang baru saja cek in sekonyong-konyong berhamburan keluar kamar dan melongok ke bawah kamar hanya untuk melihat ke mana “kotoran” mereka jatuh.) Lupakan televisi. Satu-satunya televisi di penginapan ini berada di restoran yang berada di bagian depan kelong-kelong penginapan ini. Hanya dilengkapi kipas angin – yang tidak pernah kami nyalakan karena angin laut berhembus cukup kencang.

Selesai urusan cek in, kami langsung berangkat tidur. Rencana saya adalah bangun sepagi mungkin untuk menunggu matahari terbit.

Tags: , ,

Similar Posts
Posted in Traveling
Read more:
Kejanggalan di Akun Twitter TV One

ADA yang janggal dengan akun twitter TV One malam ini. Entah apa yang terjadi di ruang berita TV One sebelum...

Close