splash
Selamat Datang!
Ini adalah blog pribadi Denny Hariandja. Isi blog ini sepenuhnya merupakan pandangan dan tanggungjawab saya pribadi.
Posted By dny on August 2nd, 2010

http://dennyhariandja.com/masa-kecil-tanjung-priok-1984/

NAMAKU Martinus Dante. Saat ini aku bekerja sebagai editor di sebuah kelompok penerbitan media gaya hidup. Aku adalah salah seorang yang ikut menentukan pakaian apa yang harus Anda kenakan besok, kemana Anda harus berlibur tahun depan, siapa yang harus Anda kencani, instruksi apa yang harus Anda berikan kepada penata rambut Anda, gadget apa yang harus […]

 

Di Antara Dua Kencan

Posted By dennyhariandja on June 23rd, 2005

Satu perempuan terlalu sedikit, dua perempuan terlalu banyak.

MUSIK berdentum-dentum. Beberapa kepala berayun mengikuti irama “Wild Thing” – demikian juga saya. Sampai seseorang dengan gegabah mengganggu irama itu dengan “Dancing Queen”. Free-flow tequila for ladies di lantai dua. Di lantai satu, saya dan sekelompok pria yang kurang kerjaan termangu-mangu menatap kegembiraan di lantai dua melalui layar-layar raksasa yang dialihkan ke commercial break setiap kali sampai di adegan gila tertentu. (Bagaimanapun juga, ide memasang garis demarkasi di antara pria dan wanita bukan hal yang pintar, kawan!).

Seorang pria (yang beruntung) berdiri rapat dengan seorang wanita. Sekilas saya melihat tangan pria itu menyelinap ke belakang dan meremas pantat si wanita dengan gerakan yang sangat intim. Sial. Kiki, 23 tahun, seorang konsultan desain interior yang saya kenal di sebuah milis dan kencan saya tiga minggu terakhir ini, sudah terlanjur berlari ke lantai dua untuk bersenang-senang – sebelum saya sempat meremas pantatnya).

“Kita tidak mungkin hidup selamanya, karena jika kita bisa hidup selamanya, maka kita akan hidup selamanya, tetapi kita tidak bisa hidup selamanya, jadi saya tidak mungkin hidup selamanya.”
— Miss Alabama, di kontes pemilihan Miss Universe 1994, menjawab pertanyaan: “Jika Anda bisa hidup selamanya, maukah Anda dan mengapa?”

Kiki sibuk di depan cermin dengan tas riasnya. Mengeluarkan sebuah botol berbentuk aneh, mengelap mukanya dengan cairan yang tidak saya ketahui namanya, menutup botol, memasukkannya kembali ke dalam tas, dan mengeluarkan yang lain. Satu demi satu dengan gerakan yang menurut saya sangat lambat.

“Siap untuk sarapan?” tanya saya.

“Belum,” jawab Kiki, “Sepuluh menit lagi yah.”

Saya melihat jam tangan dengan gugup. Sudah jam 08.40. Sudah satu jam lebih dan Kiki belum juga selesai dengan ritual pagi harinya.

Padahal kemarin Rani, kencan saya selain Kiki, (seorang perempuan yang sedang punya masalah berat dengan pacarnya – mereka hampir putus dan saya sudah berhasil melumat bibirnya) menelepon dan mengatakan akan mampir menjelang makan siang. (Ia bisa muncul setiap saat di depan pintu apartemen saya.)

“Kecepatan-intensitas-volume-power adalah mantra kehidupan pria modern.”
– Don’t Stand Too Close To A Naked Man, Tim Allen

Sarapan yang sangat terlambat itu akhirnya selesai juga. (Menurut perkiraan saya!). Pukul 10.05, saya sudah bersiap-siap memanggil pelayan untuk meminta bill. Tetapi Kiki malah mengisi kembali cangkirnya dengan chinese tea. Cangkir kopi saya sudah penuh dengan gumpalan kertas tissue.

“Ya ampun, aku lupa,” kata saya dengan keterkejutan yang penuh pura-pura, melihat jam. “Aku harus menghadiri rapat penting jam 11.00 nanti. Gawat!”

“Rapat penting? Di akhir pekan seperti ini?”

Jelas sekali itu adalah alasan yang sulit sekali dipercaya oleh Kiki – bahkan siapapun.

Saya mengangguk – berusaha terlihat sepasti mungkin.

“Biasalah. Itu susahnya bila kamu punya profesi jurnalis,” kata saya.

“Kamu kan menulis untuk majalah bulanan. Apakah sampai sebegitunya?”

“Yah, kami sedang menerapkan sebuah sistem produksi baru. Jadi setiap bagian harus melakukan penyesuaian.” Saya tahu saya kedengaran semakin ngawur dan tidak masuk akal.

Similar Posts
Posted in Writings
Read more:
Surviving The Layoff

PADA suatu hari kerja, dua tahun lalu, saya mengenakan pakaian lebih rapih dari biasanya. Kemeja G2000 model terbaru yang ujungnya...

Close