splash
Selamat Datang!
Ini adalah blog pribadi Denny Hariandja. Isi blog ini sepenuhnya merupakan pandangan dan tanggungjawab saya pribadi.
Posted By dny on August 2nd, 2010

http://dennyhariandja.com/masa-kecil-tanjung-priok-1984/

NAMAKU Martinus Dante. Saat ini aku bekerja sebagai editor di sebuah kelompok penerbitan media gaya hidup. Aku adalah salah seorang yang ikut menentukan pakaian apa yang harus Anda kenakan besok, kemana Anda harus berlibur tahun depan, siapa yang harus Anda kencani, instruksi apa yang harus Anda berikan kepada penata rambut Anda, gadget apa yang harus […]

 

Friends are My Mojo

Posted By dny on December 30th, 2010

Midway upon the journey of our life
I found myself within a forest dark,
For the straightforward pathway had been lost.

(Poetry of Dante Alighieri, The Divine Comedy – Inferno, Canto I)

HIDUP adalah pengembaraan. Dan setiap manusia adalah pengembara yang suatu waktu berhenti di satu tempat teduh untuk menziarahi lagi tapak-tapak kaki di masa lalunya – lewat kehadiran kembali orang-orang dari masa lalu. Pertemuan itu seperti menyatukan lagi dua titik dalam rentang kehidupan dengan melipat waktu. Kesadaran akan masa lalu merupakan penemuan kembali kepingan-kepingan kisah yang tercecer di belakang dan menyatukannya lagi ke dalam kesadaran masa kini yang semula tidak utuh.

Tapi orang-orang di dalam foto di atas bukanlah sekumpulan anak-anak dengan impian heroik dalam Laskar Pelangi. Ini adalah sekumpulan orang menghabiskan masa kanak-kanaknya di kawasan miskin Tanjung Priok, Koja, Semper, Kramat Tunggak, dan sekitar. Mereka barangkali tidak sempat untuk berkenalan dengan gagasan-gagasan besar karena sibuk menghindar dari cegatan gerombolan pemalak setiap kali pergi dan pulang sekolah. Dan, meskipun lahir dan besar di kota besar, persoalan untuk tetap bertahan di bangku sekolah terus mengganggu.

Salah seorang di dalam foto tersebut, misalnya, – menurut bisikan seorang teman – adalah anak ke-9 dari 10 bersaudara. Yatim-piatu sejak belia. Ia bisa tetap bertahan di bangku sekolah sampai lulus pendidikan tinggi di Bandung dengan cara bekerja sebagai tukang cuci piring di rumah-rumah makan. Sekarang ia sudah memiliki perusahaan sendiri dan menjadi direktur untuk usahanya tersebut.

Seorang yang lain lagi sempat putus kuliah, namun akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan perbankan setingkat akademi. Tiga bulan bekerja di sebuah bank di Jakarta, lalu dengan berani menyambut tawaran untuk bekerja di pabrik konveksi Taiwan. Dari Taiwan, ia kembali melanglang ke Vietnam untuk bekerja di pabrik boneka.

Itulah sebagian kisah dari teman-teman lama – sebagian sudah 22 tahun tidak bertemu satu sama lain. Sebagian lagi – meski tidak disinggung kisahnya dalam tulisan ini – punya cerita yang tidak kalah garangnya, masih tentang keberanian untuk hidup yang sama. Keberanian untuk jatuh, lalu bangun, dan terus berjalan. Semacam keberanian yang muncul ketika keinginan untuk bebas dari segala bentuk keterbatasan mendesak-desak meminta jalan.

Mungkin benar bila ada yang bilang bahwa ada pantulan diri kita dalam diri setiap orang yang pernah mampir dalam kehidupan kita. Entah dimana kubaca hal itu – mungkin di buku Five People You Meet in Heaven-nya Mitch Albom. Bisa saja tidak persis sama seperti itu, namun begitulah pemahamanku. Makna “pantulan diri kita” di sini boleh berbeda untuk setiap orang, tergantung pada mata hati menerka dan memaknainya. Tapi, bagiku, itulah makna terpenting dari teman. Mereka adalah bagian diri kita yang terlupakan karena nina-bobok rutinitas pekerjaan formal dan ritme hidup yang konstan, semacam mojo yang melindungi kita ketika ancaman datang di tengah pengembaraan dalam semesta hidup.

Tags: , , ,

Similar Posts
Posted in Personal Journal
  • Opiepay

    ya – ya
    smua tertawa …
    ada banjak teman petik pengalaman spiritualnya melalui tulisan mu.
    smua bisa kenang ketika menjadi bagian 1 meja

    dan ..
    ya – ya
    smua boleh merenung tepi tahun yg baru saja berganti

    ya – ya

  • Esuparsa

    Thanks deni 4 your comment, Tuhan memberikan suatu kejadian pada seorang hamba manusia, pasti akan ada nilai pelajaran, ujian dan manfaat..itulah hidup yg manusia hrs jalani.

Read more:
Pulang Ke Yogyakarta

DALAM ingatan yang lekang, kota ini adalah rumah kedua bagiku. Sekarang, aku tidak yakin ini kota yang sama. Rindu pun...

Close