splash
Selamat Datang!
Ini adalah blog pribadi Denny Hariandja. Isi blog ini sepenuhnya merupakan pandangan dan tanggungjawab saya pribadi.
Posted By dny on August 2nd, 2010

http://dennyhariandja.com/masa-kecil-tanjung-priok-1984/

NAMAKU Martinus Dante. Saat ini aku bekerja sebagai editor di sebuah kelompok penerbitan media gaya hidup. Aku adalah salah seorang yang ikut menentukan pakaian apa yang harus Anda kenakan besok, kemana Anda harus berlibur tahun depan, siapa yang harus Anda kencani, instruksi apa yang harus Anda berikan kepada penata rambut Anda, gadget apa yang harus […]

 

From Asia Citizen Journalism Workshop

Posted By dennyhariandja on July 7th, 2007

SEMINGGU LALU (2-4 Juli) saya mengikuti IFRA Asia Citizen Journalism Workshop di Park Royale Hotel, Kuala Lumpur. Workshop ini memperkenalkan gelombang baru di dunia jurnalisme yang belakangan ramai disebut-sebut dengan berbagai nama terkait: Net Gen (generasi internet), Digital Gen (generasi digital), eforia digital, Collaborative Mass Action, Web 2.0, wikinomics, blogosphere, youtube, dst. Gelombang digital ini diperkirakan akan mengubah mode ekonomi yang berlaku secara radikal. Bukan hanya di dunia pers, tetapi juga di industri lainnya.

Sebagai gambaran bagaimana hal ini akan mengubah secara radikal seluruh persendian ekonomi dunia: sekarang setiap orang bisa dengan mudah mendownload manual pembuatan bom di internet, bisa belajar gratis di MIT, mendownload hasil penelitian genetika terbaru dari Olson Lab, melibatkan diri dalam penelitian DNA di Human Genome Project, dst.

Perubahan yang dimulai dari dunia digital ini sebenarnya tidak berhenti pada output, tampilan, service, ataupun produk-produk digital sebagaimana yang biasa kita artikan dalam proses produksi konvensional.

Wikipedia (sebuah proyek ensiklopedia digital yang bersifat interactive) memiliki database sepuluh kali lebih besar daripada ensiklopedia britannica!

Dalam perubahan pola produksi ini, website bukan semata-mata website itu sendiri, melainkan website adalah proses interaktif antara produsen dan konsumen (lebih biasa disebut dalam terminologi era baru ini sebagai prosumer). Prosumer adalah kunci dalam proses produksi yang baru ini. Di sini, konsumen tidak semata-mata menggunakan produk yang ditawarkan, tetapi juga memperbarui produk tersebut dengan inovasi dan kreativitasnya masing-masing. Akhirnya, setiap produk yang dilemparkan kepada konsumen akan mengalami semacam multiply effect, yang bisa jadi menghasilkan produk baru atau ribuan produk yang sama namun dengan tambahan unik dari karakter masing-masing pengguna.

Bagaimana pengaruh gelombang baru digital ini terhadap kita sebagai orang-orang yang bekerja di media cetak? Sebuah contoh: wikipedia (sebuah proyek ensiklopedia digital yang bersifat interactive) memiliki database sepuluh kali lebih besar daripada ensiklopedia britannica! Database itu hanya dikerjakan oleh lima staff fulltime (tapi plus ratusan ribu kontributor di seluruh dunia).

Awalnya, media cetak “terganggu” oleh kehadiran radio dan televisi (yang disebut Marshall McLuhan sebagai “the extension of man”). Sekarang ekstensi manusia itu sudah mengalami perubahan ke dalam bentuk yang jauh lebih kompleks. Dan bukan hanya media cetak saja yang “terancam”, radio dan televisi juga. Steve Yelvington, salah seorang pengisi materi dalam workshop tersebut, memiliki diagram yang sangat bagus menggambarkan situasi ini.

Di dunia kemarin, kita dan audiens informasi hanya berhadapan dengan media cetak, radio, dan televisi sebagai tools penyampai pesan yang bersifat satu arah. Sekarang, informasi bisa kita dapatkan dari berbagai tools – mulai dari media-media konvensional di atas sampai iPod, handphone, notebook, web-browser, dsb. Dan informasi menyebar dari berbagai macam tools tersebut dalam lalu lintas yang bisa sangat acak dan memantul-mantul. Di dalam setiap pantulan, informasi yang disampaikan oleh produsen warta (orang-orang yang bekerja di majalah, koran, tv, radio, dsb.) akan direproduksi dengan muatan-muatan inovatif dan kreatif dari penerima pertama untuk disalurkan ke penerima berikutnya.

Media baru ini bukan semata-mata sebuah produk. Media baru ini adalah produk sekaligus proses interaktif itu sendiri. Prinsip-prinsip dasar media ini adalah open source, mass collaboration, interactivity, mash up, peering, dan sharing.

Tags: ,

Similar Posts
Posted in Trending
Read more:
I Should Never Grown Up

SABTU kemarin aku menghadiri acara reuni dengan teman-teman SD. Rasanya seperti membuka lagi catatan ingatan dan membalik lagi halaman-halaman album...

Close