Ignazio Silone dan Tuhan yang Gagal

“Liberty is the possibility of doubting, the possibility of making a mistake, the possibility of searching and experimenting, the possibility of saying No to any authority–literary, artistic, philosophic, religious, social and even political”
Ignazio Silone, The God That Failed (1950)

RANGKAIAN tweet di bawah ini dan di halaman-halaman berikutnya adalah milik teman saya, Noor Cholis – seorang penerjemah handal, penulis yang tajam, dan penggerutu yang tanpa ampun. Isinya sekelumit tentang Ignazio Silone dan petikan tulisannya dari buku The God That Failed. (Menarik buat saya ketika menyiapkan posting ini teringat bahwa Metallica punya lagu dengan judul yang sama).

Saya sendiri baru membaca dua novel karya Ignazio Silone, yaitu: Fontamara dan Roti dan Anggur. Silone merupakan penulis yang punya tempat khusus dalam sejarah membaca saya. Setelah Voltaire, dua karya Silone di atas merupakan tempat pertama kali saya belajar menggugat segala bentuk klaim kesucian. Kesucian yang saya maksud di sini bukan cuma agama dan keilahian. Tetapi juga soal paradigma politik, sistem berpikir, segala hal yg menempatkan dirinya tak terbantahkan. Dan, yah, termasuk “kesucian” sikap yang mengklaim dirinya netral – seperti yang diungkapkan dalam nada khotbah (meminjam kalimat Cholis) oleh sang hakim dalam cerita Silone.

Tweet terakhir dalam rangkaian ini, yaitu nasihat ibu kepada anaknya, bagi saya adalah penutup yang dahsyat (jadi saya tetap tampilkan rangkaian tweet ini meskipun Cholis menyatakan rangkaian belum selesai). “Ketika dewasa kelak, jadilah apa saja yangg kamu suka, Nak, tapi jangan hakim,” kata Ibu menasihati saya. Begitulah penutupnya.

Interpretasi saya: Jadilah apa saja, asal jangan jadi “tuhan” bagi sesamamu.

[blackbirdpie id=”124681482710159360″] [blackbirdpie id=”124681990703292418″] [blackbirdpie id=”124683388689985537″] [blackbirdpie id=”124684376075280385″] [blackbirdpie id=”124685500253614081″]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *