Informasi Harus Gratis

HARI INI, Detik.com memuat berita menarik tentang perkembangan pers, khususnya koran di Inggris. Berita berjudul “Media Cetak Krisis, Pers Online Naik Daun di Inggris” (ditulis oleh Arfi Bambani Amri) tersebut menggambarkan bagaimana krisis yang melanda media cetak Inggris.

Secara keseluruhan, hampir semua koran mengalami kejatuhan sirkulasi antara 2,5 persen sampai 10 persen di tahun 2007.

Untuk pertama kalinya dalam 33 tahun, oplah The Sun, harian terbesar di Inggris, tercatat tidak sampai 3 juta eksemplar per hari. Itu terjadi pada tahun 2007. Padahal, koran beroplah terbesar dan salah satu inti dalam kerajaan bisnis media Rupert Murdoch ini pernah mencatat capaian oplah sampai 4,3 juta pada tahun 1988. Dan The Sun terus kehilangan pembacanya (tidak disebutkan sejak kapan krisis ini terjadi) meski telah menurunkan harga jualnya di London dan Skotlandia.

Saingan The Sun, Daily Mirror, juga mengalami nasib yang sama. Pada Desember 2007, catatan penjualannya hanya di bawah 1,5 juta eksemplar. Sedangkan edisi minggunya yang merupakan edisi dengan penjualan terbaik di dunia, 8 juta eksemplar pada tahun 1950-an, turun 6 persen.

Secara keseluruhan, hampir semua koran mengalami kejatuhan sirkulasi antara 2,5 persen sampai 10 persen di tahun 2007. (Kecuali Financial Times, yang seiring dengan pertumbuhan pasar internasionalnya, mengalami pertumbuhan 2,6 persen).

AFP melansir kejatuhan sirkulasi media-media mainstream ini disebabkan oleh pertumbuhan media (baca: koran) gratis dan perkembangan media online. Sejalan dengan itu, koran-koran gratis di London, termasuk 3 koran umum dan 1 koran bisnis, telah tumbuh sampai 17 persen.

4 thoughts on “Informasi Harus Gratis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *