splash
Selamat Datang!
Ini adalah blog pribadi Denny Hariandja. Isi blog ini sepenuhnya merupakan pandangan dan tanggungjawab saya pribadi.
Posted By dny on August 2nd, 2010

http://dennyhariandja.com/masa-kecil-tanjung-priok-1984/

NAMAKU Martinus Dante. Saat ini aku bekerja sebagai editor di sebuah kelompok penerbitan media gaya hidup. Aku adalah salah seorang yang ikut menentukan pakaian apa yang harus Anda kenakan besok, kemana Anda harus berlibur tahun depan, siapa yang harus Anda kencani, instruksi apa yang harus Anda berikan kepada penata rambut Anda, gadget apa yang harus […]

 

Jalan Keluar

Posted By dennyhariandja on January 15th, 2004

Tidak penting pintu mana yang Anda gunakan – selama membawa Anda keluar….

SABTU PAGI, minggu kedua, bulan kedua. Linda menjulurkan handuk lewat tirai shower.

“Aku sudah siapkan sikat gigi baru untukmu di wastafel,” katanya.

Saya merapatkan kembali tirai yang sempat tersingkap. Masih sempat melihat pantatnya, berbalut piyama, menghilang di balik pintu.

Saya harus bergegas pergi dari sini. Saya membersihkan shampo dari rambut saya, mengeringkannya, dan berpakaian. Linda seharusnya sudah berakhir. Dan sekarang adalah minggu kedua di bulan kedua. Sudah terlalu lama. Saya benci ketika permainan berkembang seperti saat ini.

“Pintu yang kita buka dan tutup setiap hari menentukan kehidupan yang akan kita jalani.” -Flora Whittemore–

Saya bersiap-siap untuk pergi ketika Linda menyorongkan sebuah mug – kepulan uap panas melayang tipis di atasnya. Kami kemudian duduk di sofa. Ia bersandar pada tangan kursi, tubuhnya hampir-hampir berbaring, mug di tangan, dan kakinya menyilang di atas lutut saya. Perlahan kakinya yang jenjang bergerak ke atas dan mengelus-elus sesuatu yang sudah saya simpan rapi di bawah ritsleting.

“Aku harus pergi sekarang,” kata saya tersenyum seperti sedang menahan kentut di ruang rapat. “Ada deadline yang harus diselesaikan hari ini.”

“Katanya kamu tidak pernah bekerja di akhir pekan?” ujar Linda.

Suara saya pasti terdengar sumbang ketika berkata, “Nanti malam aku telepon lagi, yah?!”

Linda adalah seorang perempuan berusia 28 tahun, bekerja di sebuah perusahaan konstruksi yang sedang guncang. Di malam perkenalan kami di Two Face saya menelusuri motif garis yang rumit di bajunya, mencari simpul atau ujung dimana garis motif tersebut berakhir.

Dan saya tersesat……di sebuah tonjolan samar di tengah dadanya yang menggunung. Sackdress sutra-nya yang luruh tidak mampu menyembunyikan kekuatan hasrat di balik gelembung itu. Poni yang lucu, lengkungan tubuh yang sempurna, hidung dan garis wajah yang menarik. Manis, ramah, seksi, tetapi bukan tipe yang ingin saya temui setiap hari.

Ini adalah fakta yang terlambat saya antisipasi. Saya tahu begitu kami selesai bercinta di akhir kencan kami ke lima – setelah empat kencan tanpa seks. Semuanya, -dentuman yang saya rasakan setiap kali bersentuhan dengannya-, seperti hilang begitu saja selesai kami menuntaskan keliaran di tempat tidur. Ini hanya sekedar seks! Saya merasa tertipu oleh ketertarikan yang sebelumnya punya daya betot begitu besar terhadap kesadaran saya.

Dan seks-pun akhirnya membosankan. Terutama ketika Linda mulai membuntuti saya seperti bayangan.

Tetapi saya tidak bisa mencampakkan Linda begitu saja saat ini. Tidak sekarang. Itu sama saja dengan memberikan cap kepada diri saya sendiri sebagai lelaki gila seks yang segera kabur begitu ejakulasi. Dan, sungguh, saya bukan pria seperti itu. Bahkan perilaku seperti itu sesungguhnya tidak saya sukai. (Saya seperti sedang berbicara di depan mikrofon yang mengeluarkan suara dengingan menyakitkan telinga untuk setiap kata yang saya ucapkan.)

“Seorang perempuan tahu ia telah mengenakan pakaian yang tepat, ketika lelaki teman kencannya melucuti pakaian yang dikenakannya tersebut.” –Robert Paul–

Keadaan sulit ini mendorong saya untuk mengambil taktik licik guna melepaskan diri dari Linda. Saya harus menghentikan interaksi saya dengannya sampai Linda melupakan saya dan kami mencapai hubungan tanpa kontak yang lebih dewasa – tidak ada yang perlu disalahkan dan dicaci-maki. Curang memang. Tetapi perempuan juga berbuat curang. Saya pernah mengalaminya sendiri. Jadi kenapa saya tidak lakukan kalau Linda juga bisa saja melakukan hal serupa terhadap saya?

Similar Posts
Posted in Writings
Read more:
Ciuman yang Mengikat

Anda hanya ingin sebuah kencan. Dia ingin sebuah komitmen yang romantis. Pada satu titik, komitmen adalah penjara Anda.

Close