splash
Selamat Datang!
Ini adalah blog pribadi Denny Hariandja. Isi blog ini sepenuhnya merupakan pandangan dan tanggungjawab saya pribadi.
Posted By dny on August 2nd, 2010

http://dennyhariandja.com/masa-kecil-tanjung-priok-1984/

NAMAKU Martinus Dante. Saat ini aku bekerja sebagai editor di sebuah kelompok penerbitan media gaya hidup. Aku adalah salah seorang yang ikut menentukan pakaian apa yang harus Anda kenakan besok, kemana Anda harus berlibur tahun depan, siapa yang harus Anda kencani, instruksi apa yang harus Anda berikan kepada penata rambut Anda, gadget apa yang harus […]

 

Jalan Menurun

Posted By dennyhariandja on October 23rd, 2004

Tidak ada cara yang tepat untuk menyampaikan kabar buruk.

INI sudah berlangsung lebih dari tiga bulan. Sejak hubungan saya dengan Noni berada pada fase yang dingin dan tidak bergairah. Saya menyukai Noni – sangat. Tetapi, mungkin juga setiap hubungan akhirnya akan sampai pada jalan yang menurun tajam.

“Kejemuan adalah motivator terhebat.”
– Uma Thurman –

Saya, tanpa alasan yang jelas, malas untuk berduaan dengan Noni. Pembicaraan kami di telepon tidak lagi menghanyutkan sebagaimana biasa saya rasakan. Seks juga tidak membantu – saya seperti kehilangan selera untuk melakukannya beberapa kali putaran sebagaimana biasa kami lakukan.

Saya tidak tahu apa yang terjadi. Tidak ada pertengkaran di antara kami. Tidak ada juga seorang perempuan yang menyelinap di tengah kami. Tidak ada sesuatu apapun kecuali rasa bosan yang tiba-tiba menyerobot.

Di hari keseratus limabelas, keadaan tidak juga membaik. Dan Noni malah pergi lagi keluar kota. Sementara saya menghabiskan sore di akhir pekan sendirian, membaca koran dengan bosan di sudut sebuah gerai kopi.

Entah bagaimana, saya merasa seorang perempuan, tepat duduk di meja seberang saya, sedang menatap saya dalam-dalam. Saya mencoba mengingat-ingat. Dimana saya pernah kenal dia? Salah seorang perempuan yang pernah tidur dengan saya? Atau ia hanya sedang menatap dengan pandangan kosong pada pot kembang di belakang saya?

“Rasanya saya pernah melihat Anda di suatu tempat.” katanya sambil menyebut nama sebuah gym ketika saya menghampiri mejanya untuk memastikan.

“Anda sudah mencoba, dan Anda gagal. Jadi pelajaran yang bisa ditarik dari situ adalah: jangan pernah mencoba.”
– Homer J. Simpson –

Manda, 26 tahun, gemar membaca buku (ia bisa membaca buku dengan kecepatan seorang editor). Senyumnya cerah. Rasanya sukar untuk menolaknya bila ia ingin terjun bebas begitu saja ke dalam kehidupan cinta saya. (Apa hubungan saya dengan Noni telah membuat saya begitu “jinak” sehingga tidak menyadari kehadiran makhluk cantik seperti Manda di dalam gym yang sama?)

“Ohyah? Maaf, saya tidak ingat. Tapi mungkin saja. Saya memang beberapa kali berlatih di sana,” jawab saya.

Selepas itu, kami terlibat dalam pembicaraan yang intens dan memutuskan untuk memindahkan obrolan kami ke sebuah lounge. Entah dimulai dari mana, percakapan kami sampai pada hubungan antara lelaki dan perempuan – antara dia dan pacarnya dan antara saya dengan Noni.

“Aku tidak tahu apa yang terjadi. Belakangan ini dia menjadi begitu posesif dan mengekang,” katanya.

“Mungkin itu pertanda dia tidak mau kehilangan kamu.”

“Entahlah. Tetapi belakangan ini benar-benar menggangguku.”

“Lantas bagaimana dengan ceritamu sendiri?” tanyanya kemudian.

“Tidak ada yang istimewa kecuali sedikit rasa bosan yang tidak terlalu serius,” jawab saya.

Kemudian tanpa bisa menahan diri cerita itu mengalir dari mulut saya. Tentang kebosanan, saya yang kehilangan gairah, dan hubungan saya dengan Noni yang tidak lagi menghentak.

“Mungkin kamu hanya butuh waktu sebentar untuk hal-hal yang baru di luar kehidupan kamu bersama Noni,” katanya.

“Lelaki itu seperti wine pilihan. Asalnya dari anggur varitas unggul, dan kita harus memerasnya dengan cara menginjak-injaknya. Lalu menyimpannya di tempat gelap sampai cukup matang untuk menjadi teman makan malam yang menyenangkan.”
– Woman’s Quote of the Day –

Similar Posts
Posted in Writings
Read more:
Melawan Lupa: Ngamen Puisi Wiji Thukul

Posting ini adalah bentuk dukungan untuk upaya yang terus-menerus mengingatkan publik pada deretan "hutang" Orde Reformasi yang sampai sekarang masih...

Close