Khianat

Untuk satu alasan Anda tidak bisa memilikinya.

RASANYA malas sekali menggelinding di jalanan Jakarta yang sore itu tidak terlalu ramai. Mungkin saya tadi terlalu banyak melahap sushi di perhelatan pernikahan Lina dan Ferry – keduanya teman SMA saya, Untung ada Noni di sebelah saya yang memberikan sentuhan-sentuhan beraliran listrik untuk membuat saya tetap terjaga di belakang stir.

“Pengantin wanita tadi cantik sekali. Ia punya bola mata yang menawan,” kata Noni memecah keheningan, “pengantin prianya tidak sebanding.”

“Aku heran kenapa kamu bisa membiarkan wanita seperti itu luput begitu saja,” kata Noni lagi.

Sebuah pertanyaan jebakan! Tidak pernah ada yang pasti pada ucapan seorang perempuan selama menyangkut perempuan lain. Apalagi bila hal tersebut keluar dari bibir perempuan yang sudah berusaha keras untuk tampil paling cantik di sebuah pesta.

Dan ingatan saya melambung ke masa lalu.

“Jangan mengusir lalat dari dahi kawan Anda dengan kapak.” -Pepatah Cina-

“Dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Dia juga selalu menyimpan pikirannya sendirian. Aku jadi selalu salah dan tidak tahu apa yang ia inginkan,” keluh Lina malam itu ketika kami menikmati kopi di salah satu meja Dome – di sisi jendela yang menghadap ke arah air mancur Bundaran HI.

“Bukankah itu hal yang biasa?” saya balik bertanya.

Bagaimanapun juga seorang pria membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri. Dan saya sudah bertemu banyak perempuan seperti Lina. Cantik, kosmopolit, independen, dan punya karir bagus. Tetapi mereka semua adalah prototipe sebangun dari gambaran Cinderella modern yang terombang-ambing di antara keinginan emansipatif dan tetap menuntut untuk mendapatkan posisi utama dalam kehidupan seorang pria.

“Apakah setiap lelaki selalu seperti itu?” tanya Lina.

Lina merasa dirinya tidak menjadi perhatian utama dalam kehidupan Ferry. Menurutnya, Ferry membuang waktu terlalu banyak untuk mengejar mimpi-mimpi dan kesuksesannya sehingga sering lupa bahwa ada perempuan bernama Lina di dunianya. (Apapun kata seorang perempuan yang punya hubungan dekat dengan Anda – “Aku baik-baik saja – pergilah bermain dengan kawan-kawanmu” – itu adalah kebohongan besar. Tidak ada perempuan yang tidak ingin menjadi urusan nomor satu dalam kehidupan Anda.)

“Ketika sedang mencium ‘sesuatu’ di rumah kawan, jangan makan terlalu kenyang sehingga Anda terjepit di pintu ketika hendak kabur.”Pooh’s Little Instruction Book, A. A. Milne-

“Apa nantinya kamu tidak akan merasa terganggu apabila Ferry selalu ingin di samping kamu setiap saat – seperti seekor Chihuahua yang cerewet?”, saya kembalikan persoalannya kepada Lina.

Apapun persoalan di antara Lina dan Ferry, saya tidak bisa berbuat apa-apa selain menjadi pendengar yang baik. Itu sebabnya pada waktu-waktu berikutnya saya tidak bisa menghindar – saya jadi lebih sering lagi bertemu Lina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *