splash
Selamat Datang!
Ini adalah blog pribadi Denny Hariandja. Isi blog ini sepenuhnya merupakan pandangan dan tanggungjawab saya pribadi.
Posted By dny on August 2nd, 2010

http://dennyhariandja.com/masa-kecil-tanjung-priok-1984/

NAMAKU Martinus Dante. Saat ini aku bekerja sebagai editor di sebuah kelompok penerbitan media gaya hidup. Aku adalah salah seorang yang ikut menentukan pakaian apa yang harus Anda kenakan besok, kemana Anda harus berlibur tahun depan, siapa yang harus Anda kencani, instruksi apa yang harus Anda berikan kepada penata rambut Anda, gadget apa yang harus […]

 

Main Api

Posted By dennyhariandja on March 23rd, 2005

Bila Anda menebar angin, bersiaplah menuai badai.

SAYA kangen Noni. Saya tidak menerima kabar apapun darinya sejak pengaturan temporary break up sebulan lalu.

”Jika benar-benar ingin mencari kebenaran, Anda setidaknya harus pernah meragukan sesuatu dalam hidup, bahkan sebisa mungkin, ragukan segalanya.”
– Rene Descartes, Discours de la Méthode

Dalam satu hal, kehidupan saya tanpa Noni terasa tenteram tanpa gangguan-gangguan kecil dari sisi wanitanya yang lemah. Serbuan pesan singkat menanyakan hal-hal yang tidak perlu ketika saya berada di tengah rapat penting. (Ia seperti selalu tahu saat-saat yang tepat untuk membuat saya jengkel). Ajakan makan siang meskipun tahu bahwa saya sedang dikepung deadline yang mematikan. (Benar-benar menyebalkan!). Atau rengekan di tengah malam karena ia merasa mendengar suara mencurigakan di depan pintu apartemennya. (Saya tahu bahwa itu hanya trik meminta perhatian saya).

Tetapi setelah sekian lama, dengan alasan yang tidak bisa dimengerti, hari-hari belakangan ini saya justru merindukan gangguan-gangguan tersebut. Dan ini mulai mengganggu dan menggoda saya untuk mencari solusi secara acak.

Siang yang gelisah di meja kerja saya. Membuka-buka file, lalu menutupnya kembali, tanpa satu baris kalimatpun yang muncul di layar monitor. Jari-jari saya seperti malas mengetuk papan vokal dan konsonan. Apa yang terjadi antara saya dengan Noni adalah cara yang bodoh untuk kehilangan seseorang yang bisa jadi menentukan sisa hidup Anda. Di satu masa Anda mendekap orang tersebut, sebuah keping kehidupan yang paling berharga, menjadikannya sebagai pusat dunia Anda, dan kemudian – tanpa peringatan – Anda kehilangan semuanya.

Sambil membuang punggung saya ke sandaran kursi, tangan menyilang di belakang kepala, pandangan saya jatuh ke sepotong paras yang menyembul dari balik monitor – dua meja di seberang saya. Silvia, 34A/47/165, dan – kabarnya – jatuh hati pada saya. Sadar ada sepasang mata liar sedang menjilati wajahnya, ia mengangkat muka. Kemudian tersipu.

”Apaan sih?” bisiknya dengan pipi merona merah.

Kelihatannya sebuah babak baru siap dimulai.

Saya hanya menyeringai. Dengan jarak sekitar tiga meter di antara saya dan dia, tidak mungkin juga bisa merayunya tanpa menimbulkan keributan di tengah suasana kerja yang sedang serius diteror deadline. Maka saya meraih handphone dan mulai mengetik di sana.

“Melihat ke belakang, saya punya penyesalan yang mendalam karena seringkali tidak mengungkap perasaan saya ketika jatuh cinta.”
– David Grayson –

”Bagaimana kalau kita makan malam pulang kerja nanti, manis?” tulis saya di sms.

Rayuan gombal tersebut melayang bersama kode-kode digital. Sempat saya ragu apakah ini sebuah tindakan yang tepat. (Bagaimanapun juga, bermain api di tempat kerja bukan ide yang cukup bagus). Tetapi pesan itu tidak bisa ditarik lagi. Jadi sekarang saya hanya bisa menunggu.

“Saya yakin ada 15.747.724.136.275.002.577.605.653.961.181.555.468.044. 717.914.527.116.709.366.231.425.076.185.631.031.296 proton di alam semesta plus elektron sejumlah yang sama.”
– Sir Arthur Eddington, The Philosophy of Physical Science

Similar Posts
Posted in Writings
Read more:
Serigala Yang Kecewa

ADALAH seekor serigala yang sangat lapar. Demikian laparnya. Lambungnya seperti diremas-remas oleh tangan raksasa. Maka ia putuskan turun ke kampung...

Close