splash
Selamat Datang!
Ini adalah blog pribadi Denny Hariandja. Isi blog ini sepenuhnya merupakan pandangan dan tanggungjawab saya pribadi.
Posted By dny on August 2nd, 2010

http://dennyhariandja.com/masa-kecil-tanjung-priok-1984/

NAMAKU Martinus Dante. Saat ini aku bekerja sebagai editor di sebuah kelompok penerbitan media gaya hidup. Aku adalah salah seorang yang ikut menentukan pakaian apa yang harus Anda kenakan besok, kemana Anda harus berlibur tahun depan, siapa yang harus Anda kencani, instruksi apa yang harus Anda berikan kepada penata rambut Anda, gadget apa yang harus […]

 

Malam Jahanam

Posted By dennyhariandja on October 23rd, 2003

Perkara Anda melakukan seks aman, lebih aman, atau tidak aman, itu urusan Anda.

SOSOK tubuh berbalut lingerie merah tergolek dalam posisi yang menantang di tempat tidur saya. Saya berusaha mengingat-ingat lagi runtutan malam yang baru saja lewat.

Kejadian yang tidak terpola berkelebatan – perlahan-lahan membentuk sebuah ingatan yang penuh dengan bayangan gelap. Nightclub, gelas-gelas berisi cairan hijau, coklat, dan hitam, musik hip-hop, sorot lampu, dan banyak sekali perempuan cantik (ladies night!). Denting gelas, tawa renyah, dan tubuh-tubuh yang mulai merapat. Kemudian deretan mobil parkir di basement, udara pengap, dan ciuman dahsyat di pintu mobil. Diakhiri desah nafas yang memburu di atas seprai satin. Udara dingin. Keringat perlahan menguap.

Tubuh di atas tempat tidur itu menggeliat pelan, mengubah posisi ke arah yang justru membuat tubuhnya mengundang untuk dijamah. (Apakah perempuan selalu dalam postur terbaiknya jika di tempat tidur?) Paha kirinya menekuk. Semburat cahaya membentuk siluet bentuk pahanya yang sempurna di balik lingerie. Payudaranya tidak terlalu besar atau kecil. Saya taksir 34B. (Ukuran favorit saya).

Sial! Bahkan saya tidak ingat nama perempuan di atas tempat tidur itu. Mestinya dimulai dengan huruf D? Dini? Dori? Dina? Saya masih ingat putingnya berwarna merah jambu, tapi lupa bagaimana rasanya bercinta dengannya. Yang terasa sekarang ini cuma tubuh saya terasa remuk-redam dan tulang-tulang dilolosi.

Saya menggelengkan kepala keras-keras berusaha menggebah rasa pusing yang berasal dari sisa-sisa alkohol di pembuluh darah saya.

“Saat yang menyenangkan adalah saat ketika Anda mendapatkan lalat”. -Kermit, si Kodok-

Perempuan itu memicingkan matanya. Merentangkan tangan ke atas kepala dan menggeliat di tempat tidur. Buah dadanya semakin membusung.

“Hai,” katanya kemudian turun menuju ke kamar mandi.

“Selamat pagi,” gumam saya saat tubuh semampainya sepintas lewat dan tangannya mengelus pipi saya sambil lalu.

Masih belum tahu apa yang harus saya lakukan terhadap perempuan ini. Menyuruhnya pulang begitu ia selesai dengan urusannya di kamar mandi saya atau sekali lagi menggumulinya supaya saya bisa ingat bagaimana rasanya bercinta dengan dia semalam?

Dia begitu muda. Saya jadi khawatir. Jangan-jangan saya baru saja bercinta dengan seorang perempuan di bawah umur. Ah, bahkan saya tidak ingat apakah saya benar-benar bercinta dengannya atau langsung terkapar karena minum terlalu banyak Jack Daniels semalam.

Tidak berapa lama di dalam kamar mandi, perempuan itu keluar dengan handuk melilit tubuhnya dari batas dada sampai pangkal paha. Entah dimana dia taruh lingerienya. (Sial! Saya baru ingat kalau lingerie itu adalah milik Noni yang sengaja dicadangkannya di lemari saya bila ia menginap di sini. Laundry. Satu lagi pekerjaan tambahan untuk sebuah malam yang tidak bisa saya ingat dengan jelas.) Ujung handuk tersebut seperti tersangkut begitu saja di antara belahan dadanya.

“Satu gelas lagi dan saya akan berada di bawah tindihan tubuh tuan rumah.” -Dorothy Parker-

Ia kemudian duduk di depan meja rias sementara saya menghampiri dan mengecup bahunya – tepat di pangkal leher. Ia menggelinjang kecil. Dan saya membiarkannya untuk berpakaian. Saya tidak ingin menceburkan diri untuk kedua kalinya ke situasi yang belum saya pahami benar. Ini bukan kebiasaan saya.

Similar Posts
Posted in Writings
Read more:
Menghitung “Dosa” Sosial: 3 Derajat Pengaruh, 6 Derajat Keterpisahan

GRAFIK di atas adalah infografik yang menggambarkan bagaimana social media kini memiliki efek demikian besar sehingga pelan-pelan mulai mengubah cara...

Close