splash
Selamat Datang!
Ini adalah blog pribadi Denny Hariandja. Isi blog ini sepenuhnya merupakan pandangan dan tanggungjawab saya pribadi.
Posted By dny on August 2nd, 2010

http://dennyhariandja.com/masa-kecil-tanjung-priok-1984/

NAMAKU Martinus Dante. Saat ini aku bekerja sebagai editor di sebuah kelompok penerbitan media gaya hidup. Aku adalah salah seorang yang ikut menentukan pakaian apa yang harus Anda kenakan besok, kemana Anda harus berlibur tahun depan, siapa yang harus Anda kencani, instruksi apa yang harus Anda berikan kepada penata rambut Anda, gadget apa yang harus […]

 

Menguji Cinta

Posted By dennyhariandja on February 14th, 2005

Dalam cinta, terkadang Anda tidak perlu menguji apa-apa.

PRIA dan wanita tumbuh bersama dongeng yang sama – selama berkaitan dengan cinta. Wanita menunggu seorang pangeran ganteng berkuda putih untuk menyelamatkan dirinya dari menara yang dijaga naga bernafas api. Dan pria-pria yang merasa hebat itu selalu memandang dirinya sebagai pangeran berjubah besi yang tidak terkalahkan.

“Cinta itu bukan plester penutup luka.”
– Hugh Elliot –

Masalahnya, ada banyak putri cantik di menara yang perlu diselamatkan. Dan ini membuat saya merasa menjadi pengangguran yang tidak berguna setelah satu operasi penyelamatan – berkode Operasi Penyelamatan Noni – sementara ada banyak putri lain yang menunggu untuk diselamatkan.

Sebuah akhir yang membosankan untuk sebuah dongeng. Dan akhir dongeng itu adalah masa-masa dimana hubungan cinta mulai membeku, terjebak dalam kebuntuan rutinitas asmara yang itu-itu saja.

Itulah yang tengah terjadi di antara saya dan Noni saat ini. Rasanya kami sudah makan malam di semua tempat romantis. Bercinta di setiap sudut apartemennya (termasuk di balkon yang menghadap ke jalan protokol) dan semua hotel di Jakarta. Bertengkar untuk hal-hal yang melulu sama.

Pendeknya, cinta ini (sedang) kehilangan api.

Saya mengeluhkan masalah ini kepada Henny, 25 tahun, seorang kenalan saya yang bekerja di sebuah perusahaan distribusi.

“Mungkin kalian butuh waktu untuk diri kalian masing-masing,” katanya, “Kenapa tidak mencoba melewatkan dua atau tiga minggu untuk melakukan kegiatan secara terpisah – lakukan apa saja yang kalian sukai untuk diri kalian masing-masing. Mungkin setelah itu kalian akan dapat menemukan kembali gelombang listrik di dalam asmara kalian – semacam penyegaran ingatan.”

“Semacam temporary break-up, maksudmu?” tanya saya balik.

“Tidak tepat seperti itu. Katakanlah kalian tetap bisa saling menelpon, meskipun mengurangi – atau bahkan menghilangkan – frekuensi pertemuan kalian dalam dua-tiga minggu tersebut,” katanya.

“Sementara itu, cobalah kamu sendirian melakukan hal yang benar-benar berbeda daripada yang biasa kalian lakukan – katakanlah sebuah perjalanan yang penuh petualangan.”

Tetapi saya kelihatannya lebih memilih mengartikan usul tersebut melebihi apa yang dimaksud Henny. Temporary break up – kelihatannya bukan ide yang terlalu buruk. Saya mulai membayangkan bagaimana pengaturannya: saya dan Noni tetap berada dalam satu komitmen yang serius, tetapi untuk sementara harus saling menjaga jarak, masing-masing memiliki kesempatan untuk bertemu dengan orang baru dan menilai kembali semuanya.

“Apakah Anda menang atau kalah nantinya, persoalannya apakah Anda menang sebagai seorang pria?”
– Tony D’Amato, Any Given Sunday –

Tidak sepenuhnya sejalan dengan saran Henny, saya menemukan pembenaran dalam falsafah Plato: Hidup yang tidak pernah diperiksa adalah kesia-siaan. Dan cinta adalah dimensi hidup yang harus terus-menerus diuji agar mengkilap seperti kain yang baru keluar dari mesin cuci. Toh, itu baik untuk kami berdua. Bukankah cinta yang tahan segala macam ujian juga dambaan bagi perempuan seperti Noni? (Sementara kelelakian saya yang curang mencoba mencari kemungkinan yang paling menguntungkan dari pengaturan ini. Sebuah kebebasan yang tidak dihantui oleh tanggungjawab atas sebuah komitmen.)

Similar Posts
Posted in Writings
Read more:
Menulis Suara

SAAT membaca tulisan kacau ini, Anda pasti tengah dikelilingi oleh suara. Ada yang lirih, ada yang gaduh. Ada yang jauh,...

Close