splash
Selamat Datang!
Ini adalah blog pribadi Denny Hariandja. Isi blog ini sepenuhnya merupakan pandangan dan tanggungjawab saya pribadi.
Posted By dny on August 2nd, 2010

http://dennyhariandja.com/masa-kecil-tanjung-priok-1984/

NAMAKU Martinus Dante. Saat ini aku bekerja sebagai editor di sebuah kelompok penerbitan media gaya hidup. Aku adalah salah seorang yang ikut menentukan pakaian apa yang harus Anda kenakan besok, kemana Anda harus berlibur tahun depan, siapa yang harus Anda kencani, instruksi apa yang harus Anda berikan kepada penata rambut Anda, gadget apa yang harus […]

 

Metafora Hidup Nan Muram

Posted By dny on July 16th, 2010

MATA yang tak mau juga terpejam tadi malam nyalang jatuh pada sebuah buku yang terselip mengganjal lemari. il Postino karya Antonio Skarmeta. Entah bagaimana novel itu bisa berada dalam posisi yang ganjil. Mungkin jatuh, dari tumpukan buku yang belum sempat saya rapihkan sejak pindah rumah empat tahun lalu, ketika adik saya yang ceroboh menutup pintu lemari dengan sembarang. Novel ini adalah pemberian seorang teman – orang yang menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Akhirnya melek sepanjang malam karena tergoda membaca ulang novel itu.

Beberapa hal langsung menggugat saya di halaman pengantar dari editor. Di situ dikutip frasa optimisme Pablo Neruda, tokoh dalam novel ini, yang memilih berpihak kepada “orang-orang yang tidak belajar membaca dan bahkan tidak membaca karya kita, tidak pernah menulis, apalagi menulis untuk kita.” Kutipan lain, kali ini mengutip Antonio Skarmeta, mempertegas gugatan itu: “…karakteristik pekerjaan saya adalah kehendak untuk berkomunikasi….untuk menghubungkan tradisi dari kebudayaan besar dengan keseharian orang-orang.”

Bagai sekuntum bunga pada wanginya, aku terikat pada kenangan samar tentangmu.

Membaca lagi kata-kata yang bergelora di novel itu membuat saya sedih tanpa alasan yang jelas. Menghitung lagi kehidupan saya dengan kemuraman yang berbulan-bulan membuat saya insomnia.

Sebelum menutup buku, saya kembali ke halaman terdepan dan membaca sekelumit kalimat yang enggan saya lepas hingga akhir:

“Bagai sekuntum bunga pada wanginya, aku terikat pada kenangan samar tentangmu. Aku hidup dengan perih yang mirip luka. Jika kau sentuh aku, kau akan merusakku hingga mustahil diperbaiki.”

Tags: , ,

Similar Posts
Posted in Personal Journal
Read more:
Friends are My Mojo

Midway upon the journey of our life I found myself within a forest dark, For the straightforward pathway had been...

Close