Nargis dan Junta Militer

Topan tropis Nargis menyerbu Myanmar pada 3 Mei lalu. Sampai Selasa kemarin (6/5) korban jiwa mencapai 22.000 orang dan kemungkinan akan masih terus bertambah karena diperkirakan 41.000 orang masih hilang. Topan dengan kecepatan 190 km/jam yang menerjang area seluas 30.000 km persegi sepanjang garis pantai teluk Martaban dan Andaman. Ini adalah serangan topan Nargis paling mematikan setelah serangan topan yang sama di Bangladesh pada tahun 1991 lalu yang menewaskan lebih dari 138.000 orang.

Dan River, wartawan CNN, adalah jurnalis pertama yang masuk ke area bencana. Berita ini sendiri sampai ke dunia internasional pada tanggal 5 Mei, dua hari setelah kejadian. Sementara video amatir pertama ditayangkan oleh Reuters pada tanggal 6 Mei.

Lambatnya informasi tentang bencana ini sampai ke telinga dunia nampaknya terkait dengan sikap totalitarian rejim militer Myanmar. Rejim ini telah menutup saluran komunikasi yang menghubungkan Myanmar ke dunia internasional sejak menindas keras gerakan prodemokrasi dan para biksu beberapa bulan lalu. Amerika Serikat sendiri, melalui mantan ibu negaranya Laura Bush, menuding rejim militer yang berkuasa di Myanmar telah lalai tidak memberikan peringatan dini kepada warganya tentang datangnya topan Nargis. Tuduhan tersebut dibantah oleh MRTV (stasiun radio dan televisi Myanmar) yang mengatakan bahwa laporan mengenai perkembangan cuaca secara berkala telah dilaporkan dua sampai tiga hari sebelum serangan topan berlangsung.

Sangat mungkin kelambatan arus informasi yang melecehkan kemajuan tehnologi seperti ini juga akan terjadi di Indonesia bila Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UUITE) mulai diberlakukan.Related articles by Zemanta

Reblog this post [with Zemanta]

One thought on “Nargis dan Junta Militer

  1. HMmm…. terlepas dari adanya poin-poin yang disinyalir bakal menghambat luncuran informasi, tapi beberapa poin lain gw sangat mendukungnya 🙂

    Kapan kita ngopi tubruk ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *