splash
Selamat Datang!
Ini adalah blog pribadi Denny Hariandja. Isi blog ini sepenuhnya merupakan pandangan dan tanggungjawab saya pribadi.
Posted By dny on August 2nd, 2010

http://dennyhariandja.com/masa-kecil-tanjung-priok-1984/

NAMAKU Martinus Dante. Saat ini aku bekerja sebagai editor di sebuah kelompok penerbitan media gaya hidup. Aku adalah salah seorang yang ikut menentukan pakaian apa yang harus Anda kenakan besok, kemana Anda harus berlibur tahun depan, siapa yang harus Anda kencani, instruksi apa yang harus Anda berikan kepada penata rambut Anda, gadget apa yang harus […]

 

Persimpangan Hidup

Posted By dennyhariandja on April 1st, 2005

Jalan manapun yang Anda ambil, selalu ada lubang di setiap persimpangan.

HARGA BBM naik, Malaysia berniat menyerobot Ambalat. Di jalanan tuntutan penurunan harga saling tindih dengan teriakan “Ganyang Malaysia!”. Lagu Indonesia Raya berkumandang di situs klpages. Butir-butir Pancasila dan foto Dian Sastro dipasang dengan paksa di situs pejsultanperak. (Demam nasionalisme!)

“Dokumentasi itu seperti seks. Jika bagus maka akan sangat bagus; dan ketika buruk, yah, tetap lebih baik daripada tidak ada sama sekali.”
– Dick Brandon –

Dalam dunia kecil saya, Noni sedang berada di suatu tempat di Macao, melakukan riset pasar internasional. Sementara saya masih berkutat di depan novel yang tidak kunjung rampung, minggu yang penuh dengan kompetisi ketat dan aksi hebat meremukkan kepongahan beberapa orang yang sok tahu, plus dua akhir pekan panjang yang akan datang berurutan tanpa rencana apapun. Benar-benar kehidupan yang riuh!

Lalu salah satu sosok dari masa lalu muncul begitu saja dari balik punggung saya seperti hantu.

Tanpa sebuah rencana saya berpapasan dengan Lisa di sebuah pusat perbelanjaan di selatan kota. Ia masih dalam postur yang sempuran – pinggul dan payudara paling menggairahkan yang pernah saya kenal.
Pertemuan saya terakhir dengannya adalah akhir tahun lalu – enam bulan setelah kami memutuskan untuk berpisah. Itu adalah di hari pernikahannya dengan seorang pria dari klan yang dekat dengan keluarganya sejak beberapa generasi. (Membosankan. Ini sudah terdengar seperti sebuah lagu cengeng.)

Dan sekarang, di sebuah gerai kopi, Lisa duduk di depan saya, berupaya keras menyembunyikan matanya yang berkabut dan berbicara lirih tentang segala macam kesusahannya. Tentang pria di tempat tidurnya yang tidak sepenuhnya ia cintai, bahwa mereka hanya bercinta satu kali sejak hari pernikahan, bahwa ikatan itu adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya. (Kenapa pula saya harus mendengarkan semua kemalangannya seakan-akan saya punya tanggungjawab di situ?)

“Sebagian pria dilahirkan sebagai orang hebat, sebagian lagi menjadi orang besar dengan bekerja keras, sisanya – bagian terbanyak – membayar tenaga PR.”
– Kakek saya –

”Aku tidak ingin pulang,” katanya di tengah sedu-sedan yang membuat saya sulit mendengar ucapannya dengan utuh.

Tawaran yang menggiurkan. Tetap itu harusnya ia ucapkan dulu – ketika semuanya belum terlanjur.

”Itu bukan tindakan yang benar,” tukas saya.

Harus ada dua orang untuk menghidupi cinta. Namun demikian, ada pula hal-hal tertentu yang harus Anda hadapi sendirian – sementara yang lain menunggu Anda di persimpangan. Bila Anda akhirnya muncul maka Anda berdua bisa melanjutkan perjalanan. Bila tidak, ada jalan menikung yang memisahkan – dengan atau tanpa penyesalan.

“Kita tidak pernah tahu apakah kita akan hidup-bahagia-selamanya atau berakhir di neraka. Tetapi pilihan harus ditentukan – dimanapun nanti kita berakhir,” kata saya.

Similar Posts
Posted in Writings
Read more:
Bukan Sekedar Seks

Seks tidak pernah benar-benar sekedar seks.. DI MEJA BAR sebuah kafe. Kehidupan bergerak marak. Kegembiraan akhir pekan meluap – atmosfir...

Close