splash
Selamat Datang!
Ini adalah blog pribadi Denny Hariandja. Isi blog ini sepenuhnya merupakan pandangan dan tanggungjawab saya pribadi.
Posted By dny on August 2nd, 2010

http://dennyhariandja.com/masa-kecil-tanjung-priok-1984/

NAMAKU Martinus Dante. Saat ini aku bekerja sebagai editor di sebuah kelompok penerbitan media gaya hidup. Aku adalah salah seorang yang ikut menentukan pakaian apa yang harus Anda kenakan besok, kemana Anda harus berlibur tahun depan, siapa yang harus Anda kencani, instruksi apa yang harus Anda berikan kepada penata rambut Anda, gadget apa yang harus […]

 

Puncak yang Semu

Posted By dennyhariandja on June 2nd, 2004

Tidak salah jika tidak ada hal untuk dikatakan….sampai saat Anda memaksakan diri untuk mengatakannya.

PAGI yang terlalu ribut. Sebuah sms masuk. Dari Noni. (Dia tidak suka kalau saya membiarkan pesannya diabaikan tanpa balasan). Jadi saya harus membalasnya meskipun saya sangat membenci kebiasaan Noni menggunakan handphone di belakang kemudi.

“Bos tidak pernah kekurangan cewek.”
-Bob Fosse-

“Wah, hari masih begini pagi dan aku sudah berpapasan dengan sebuah skandal di balik meja kantor,” katanya melalui sms.

Yang dimaksudnya dengan skandal adalah hubungan gelap antara seorang teman baru Noni di kantor barunya, Lina (manager marketing communication, istri, dan ibu satu anak), dengan Toni (brand manager, suami, dan ayah dua orang anak).

“Mereka terlihat panik dan salah tingkah ketika aku terlalu pagi datang ke kantor dan tiba-tiba masuk ke ruangan departemen marketing.”

“Pakaian mereka berantakan atau ada yang tidak lengkap?” tanya saya melalui sms juga.

“Tidak juga. Mereka berpakaian lengkap. Lina bangun terlebih dulu dan berbuat seakan baru saja hendak menyeduh teh di dispenser. Toni masih duduk di bangku Lia dan rambutnya sedikit acak-acakan. Hei, apakah Toni baru saja memberikan seks oral untuk Lia?”

“Yah, ampun. Ini masih terlalu pagi untuk mengurusi masalah orang lain dan aku tidak tahu. Mungkin saja.”

Sebuah topik gila di pagi hari yang sudah terlalu berisik untuk gosip.

Hidup adalah perlintasan suara yang riuh, begitu kata seorang penulis kenalan saya yang pernah bekerja di sebuah tabloid yang dibredel oleh pemerintah. Seperti jalan di depan saya – sebuah persimpangan jalan yang macet, suara klakson yang berisik, sempritan polisi, kapak merah, suara gitar pengamen, dan sumpah serapah. Bayangkan secarik surat tilang, tawar-menawar, kompromi, dan keputusan-keputusan bodoh yang menambah kemacetan jalan.

Dalam kehidupan setiap pria mestinya ada satu atau dua persimpangan yang penuh dengan kompromi dan keputusan tolol. Dalam kehidupan saya, Noni adalah persimpangan jalan yang paling berisik. Dan meskipun tanpa kompromi dan keputusan tolol, Noni sungguh berisik di tempat tidur. Saya tidak punya masalah dengan itu. Nyatanya saya baik-baik saja. Lagipula keberisikan yang terakhir justru memanjakan testosteron saya.

Itu sebelum saya sampai di kantor, membuka mailbox dan menemukan begitu banyak email bersubyek fake orgasm.

Yah, ampun, darimana datangnya semua suara bising ini!

“Hei, sebenarnya laki-laki itu bisa tahu apakah pasangannya benar-benar mencapai orgasme atau berpura-pura? Apakah kalian peduli apakah itu palsu atau sungguhan?” email itu dari seorang perempuan bernama Santi – bekerja di sebuah perusahaan distributor hardware dan software computer.

“Seks tidak pernah benar-benar hanya sekedar seks.”
-Shirley Maclaine-

Setelah gosip tentang pria, oral seks, dan seorang perempuan pagi ini, ternyata ada yang lebih sial dari saya. Entah pria mana itu yang mengalami bencana lebih parah daripada kemacetan yang sudah membuat kopi pagi saya serasa air comberan.

Saya percaya pria memang egois. Itu sudah pasti. Tapi apakah mereka akan tetap egois selama menyangkut harga dirinya?! Saya kira setiap pria peduli dengan hal ini. Maksud saya, pria mana yang bisa terima bahwa ia tidak selalu berhasil memuaskan pasangannya? Persoalannya, pria mana yang mau membicarakan hal seperti itu di sebuah milis?

Similar Posts
Posted in Writings
Read more:
Twit Berbayar: Media Sosial, Iklan Terselubung, dan Hak Konsumen

BAGI sebagian orang, twitter terlalu bising dan mengganggu karena intensitas percakapan yang mungkin berlangsung sedemikian tinggi. Bila Anda adalah salah...

Close