splash
Selamat Datang!
Ini adalah blog pribadi Denny Hariandja. Isi blog ini sepenuhnya merupakan pandangan dan tanggungjawab saya pribadi.
Posted By dny on August 2nd, 2010

http://dennyhariandja.com/masa-kecil-tanjung-priok-1984/

NAMAKU Martinus Dante. Saat ini aku bekerja sebagai editor di sebuah kelompok penerbitan media gaya hidup. Aku adalah salah seorang yang ikut menentukan pakaian apa yang harus Anda kenakan besok, kemana Anda harus berlibur tahun depan, siapa yang harus Anda kencani, instruksi apa yang harus Anda berikan kepada penata rambut Anda, gadget apa yang harus […]

 

Serigala Yang Kecewa

Posted By dennyhariandja on March 5th, 2009

ADALAH seekor serigala yang sangat lapar. Demikian laparnya. Lambungnya seperti diremas-remas oleh tangan raksasa. Maka ia putuskan turun ke kampung di tepi hutan untuk mencuri ternak.

Menjelang akhir tepian hutan, menjelang masuk ke tepian kampung, ia melolong panjang memperdengarkan kehadirannya dari balik kabut. Di dekat sebuah rumah paling tepi di kampung itu ia mendengar suara tangis seorang bocah kecil. Ia juga mendengar nenek si bocah menghardik mencoba mendiamkannya, ”Berhentilah menangis, cucuku. Kalau kau tidak berhenti juga menangis, nenek akan menyerahkanmu kepada serigala yang melolong-lolong lapar itu”.

Mendengar kata-kata si nenek, serigala itu memutuskan untuk berhenti berburu. Daripada berlelah-lelah mengintai dan mengejar buruan lebih baik menunggu saja sampai nenek itu memberikan cucunya, pikir serigala itu. Maka iapun menunggu dekat rumah kecil di tepi kampung itu.

Sampai malam ia menunggu. Perutnya semakin melilit diremas-remas tangan raksasa yang tinggal di dalam perutnya yang semakin ganas itu. Si nenek tidak juga muncul menyerahkan cucunya kepada si serigala.

“Ah, barangkali ia tidak mengetahui kehadiranku,” demikian pikir si serigala.

Maka iapun beranjak semakin mendekat ke sisi jendela rumah itu. Di sana ia menanti sambil memperdengarkan lolongannya. Sepi. Tidak ada satu suarapun yang ia dengar kecuali bunyi serangga-serangga malam. Maka ia kembali memperdengarkan lolongannya untuk memastikan si nenek mengetahui kehadirannya.

Si bocah kecil di dalam rumah pun terdengar menangis lagi ketakutan mendengar lolongannya. Si serigala akhirnya mendengar si nenek berkata,”Sudahlah, cucuku. Berhentilah menangis. Jangan takut. Aku tidak akan menyerahkanmu kepada serigala itu. Kalau serigala itu berani mendekat, biar nanti nenek akan membunuhnya”.

Serigala itupun kecewa mendengarnya. Ia tidak lagi percaya kepada manusia. Manusia hanya bisa berkata-kata, pikirnya. Ia berlari masuk kembali ke dalam hutan bersama kekecewaannya yang menyesakkan dada.

(Didedikasikan untuk Darmanto Jatman)

Tags: , , ,

Similar Posts
Posted in Personal Journal
Read more:
Alam Indah, 20 Agustus 2011

SUARA-suara dari hutan kerajaan kera menyapa Wangi sesaji tadi pagi terbang bersayapkan alunan gamelan angin Aku ingin waktu membeku di...

Close