Surprise!

Dalam cinta, setiap orang memainkan peran yang disukai pasangannya.

SAYA sedang berada di dalam sebuah gerai pakaian wanita terkemuka bersama Noni. Great Sale di Mango! Gerai tersebut ramai dengan perempuan-perempuan yang kalap.

Sekelompok lelaki berdiri di depan gerai dengan wajah bosan. Sebagian yang lain bergerak tanpa tujuan seperti kambing dicocok hidungnya – mengikuti pasangannya yang disihir potongan harga.
Dan salah satu kambing dungu itu adalah saya!

“Apa ini terlihat bagus di tubuhku?” tanya Noni mematut-matutkan sebuah gaun seksi di tubuhnya.

Darling, kamu terlihat seksi dengan atau tanpa apapun”, jawab saya berharap ia segera menjatuhkan pilihannya pada salah satu dari tumpukan pakaian itu dan segera pergi ke tempat yang lebih menyenangkan – coffee shop atau tempat tidur.

“Ah, pasti aku kelihatan gendut,” kata Noni.

“Tidak, sayang. Sungguh kamu tetap menarik dengan gaun model apapun,” bujuk saya cemas sambil mencuri lirik ke tubuh seorang gadis belia beberapa langkah di belakang Noni.

“Perempuan mungkin bisa berbohong soal orgasme. Tetapi lelaki bisa berbohong dalam seluruh relationship.” –Sharon Stone–

“Aku tahu kamu benar-benar bosan. Tapi kamu baik sekali. Aku benar-benar terkesan,” kata Noni.

Perkataan tentang penampilan dan apapun yang menyangkut dengan bentuk tubuh Noni harus bisa membangkitkan kepercayaan dirinya atau berakibat fatal. Sepanjang berhubungan dengan perempuan, kesalahan kecil bisa menjadi maklumat perang.

Siksaan ini harus saya jalani sampai tiga jam kemudian…..dan apa yang akhirnya Noni beli adalah sepasang sepatu dan bubble tea!

Saya sudah menjalin hubungan dengan Noni dalam waktu yang cukup lama. Tetapi saya tetap tidak bisa paham cara berpikir Noni. Untuk hal-hal yang sepele ia sering terlalu serius mempersoalkannya. Dan sebaliknya terlalu sederhana untuk hal-hal yang rumit. Kami sering bertengkar karena hal-hal yang sepele. Hal sederhana – seperti salah mengambil kelokan – bisa membuat saya harus menyetir di bawah omelannya sepanjang perjalanan dan menghancurkan seluruh malam kebersamaan kami.

Bagi seorang pria hanya ada tiga hal yang bisa dilakukan selama berkaitan dengan perempuan: mencintai mereka, sengsara untuk mereka, atau menjadikan mereka sebagai bahan tulisan. Dan saya sudah melewati semuanya selama hubungan saya dengan Noni.

Saya tahu bahwa sulit bagi kami untuk melanjutkan hubungan ini sampai ujung – pernikahan. Tapi entah kenapa tidak juga muncul keinginan saya untuk meninggalkan Noni. Saya kira saya mencintainya meskipun saya sendiri tidak terlalu setia untuk hal itu. (Beberapa perempuan juga sudah mengisi hari-hari saya tanpa Noni – tiba-tiba saya jadi ingat Lenny.)

“Seks itu seperti permainan bridge: jika Anda tidak punya partner yang baik, sebaiknya Anda punya tangan yang trampil”. -Charles Pierce–

Tetapi siapa yang tahu apa yang menanti di ujung kehidupan cinta seseorang? Terlebih dari itu, untuk apa meninggalkan seseorang yang begitu imajinatif di tempat tidur (bila Dewi Cinta itu benar-benar ada ia pasti belajar bercinta dari Noni?)

Diam-diam kami sepakat untuk tidak mempersoalkan kelanjutan hubungan kami secara terlalu serius. Mungkin kami sudah sama-sama letih dan memilih untuk bergerak begitu saja mengikuti arus hubungan kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *