splash
Selamat Datang!
Ini adalah blog pribadi Denny Hariandja. Isi blog ini sepenuhnya merupakan pandangan dan tanggungjawab saya pribadi.
Posted By dny on August 2nd, 2010

http://dennyhariandja.com/masa-kecil-tanjung-priok-1984/

NAMAKU Martinus Dante. Saat ini aku bekerja sebagai editor di sebuah kelompok penerbitan media gaya hidup. Aku adalah salah seorang yang ikut menentukan pakaian apa yang harus Anda kenakan besok, kemana Anda harus berlibur tahun depan, siapa yang harus Anda kencani, instruksi apa yang harus Anda berikan kepada penata rambut Anda, gadget apa yang harus […]

 

Teman Tapi Mesra

Posted By dennyhariandja on July 23rd, 2003

Dia menawarkan seks, tanpa ikatan. Buat apa saya mengikatkan diri?

PUKUL dua dini hari. Perempuan bertubuh lencir di sebelah saya menyusupkan kepalanya ke dada saya. Kami baru saja selesai bercinta untuk kedua kalinya malam itu. Dan dia bercinta seperti angin puting-beliung.

“Bercinta selalu membuatku kelaparan,” katanya sambil menggigit puting dada saya setelah badai di atas tempat tidur itu reda. Untuk sementara!

Tubuhnya yang sempurna seperti patung dewi Yunani melenggang turun dari tempat tidur, mengambil setangkup roti dari atas meja.
Lenny, 25 tahun, staff humas sebuah hotel ternama, salah seorang teman baik yang saya kenal sejak di universitas.

Dia adalah seorang sarjana di bidang psikologi. Saya kira dia sedikit tergila-gila pada teori psiko-sosial yang radikal. Dalam banyak percakapan kami, dia sering menyatakan ketidaksetujuannya pada aturan-aturan tertentu dalam masyarakat. Masyarakat adalah penjara, katanya suatu kali.

Kami benar-benar sekedar teman dekat sebelumnya sampai, -entah dengan cara bagaimana-, sashimi di restoran Jepang tadi –sebenarnya mungkin karena kami terlalu bergembira malam itu- merangsang hormon kami untuk mengakhiri malam ini di tempat tidur. (Saya sendiri sudah tidak bisa lagi menahan godaan untuk menjamah buah dadanya setelah sekian tahun terkekang persahabatan kami).

Orang yang tidak pemilih adalah orang yang bercinta lebih sering daripada Anda. (Victor Lownes)

“Sejujurnya, Lenny, kita bukan pasangan yang tepat untuk cinta yang serius. Ini tidak akan berkembang ke arah……”

“Saya kira juga begitu. Tetapi itu bukan berarti kita tidak bisa melakukan hal yang menyenangkan ini di lain kesempatan, kan?!” katanya sambil mengoleskan selai strawberry ke atas tangkup rotinya yang kedua, sambil menatap saya.

“Tapi bagaimana dengan persahabatan kita?” tanya saya ragu.

“Jadi kamu belum pernah menjalin hubungan seperti ini?”

Pertanyaannya itu menyentak saya yang sedang membayangkan dia akan segera mengoleskan selai strawberry itu ke bagian tubuh saya yang lain begitu ia selesai dengan setangkup rotinya.

Sesaat kemudian, saya hanya bisa mengiyakan ketika Lenny menawarkan semacam “kesepakatan”, begitulah dia menyebutnya, untuk hubungan kami selanjutnya.

Kami boleh bercinta, tidak ada ikatan. Tidak harus ada kencan setiap akhir pekan. Tidak harus menjemputnya sepulang kerja. Tidak harus mengantar berbelanja ke mall. Tidak perlu diganggu dan mengganggu dengan kewajiban menelpon hanya untuk mengucapkan “selamat tidur” atau menjadi pendengar yang baik untuk semua keluh-kesah. Kami saling kenal begitu dekat; sekaligus asing dalam setiap hal, kecuali satu: kami bercinta.

“Kamu kira saya tidak berkata serius?” kata Lenny yang rupanya melihat ekspresi keterperangahan yang tidak berhasil saya sembunyikan.

“Oh, tidak. Tentu saja tidak. Saya juga pernah kok menjalani hubungan seperti itu. Lima kali!” kelit saya.

Kemudian saya merangkak turun dari tempat tidurnya dengan lutut yang benar-benar goyah.

Cinta datang di bawah nama persahabatan. (Ovid)

Ketika seorang teman mendengar tentang itu. “Bodoh. Jadi kamu bilang tidak?” kata Gilang, penulis rubrik kesehatan Men’s Health, iri dengan keberuntungan saya.

“Saya tidak bilang begitu.”

“Kamu sungguh-sungguh beruntung. Itu tawaran paling menguntungkan yang pernah saya dengar selama ini. Teman tapi mesra. Kamu harus memperkenalkan perempuan itu kepada saya.”

“Saya sendiri tidak yakin apakah kami bisa berteman dalam arti yang sebenarnya setelah itu – tapi terus terang saya menyukai bagian seks-nya.”

“Tanya Rinto – dia punya beberapa pengalaman dengan hubungan seperti itu,” seru Gilang menyebut nama kenalan kami yang seorang manajer di sebuah perusahaan consumer goods.

Similar Posts
Posted in Writings
  • hendro

    fiksi or true story neh? hahaha.. gw percaya ente bro.. top pisan euyyy..

  • dny

    Kira2 gimana menurut elu, bro? 😀

Read more:
Traveling Thailand: Phi Phi Island

BERBEDA dengan kemarin, hari ini hujan cukup lebat di Karon Beach. Hari masih dini, pukul 08.00. Saya agak khawatir juga...

Close