splash
Selamat Datang!
Ini adalah blog pribadi Denny Hariandja. Isi blog ini sepenuhnya merupakan pandangan dan tanggungjawab saya pribadi.
Posted By dny on August 2nd, 2010

http://dennyhariandja.com/masa-kecil-tanjung-priok-1984/

NAMAKU Martinus Dante. Saat ini aku bekerja sebagai editor di sebuah kelompok penerbitan media gaya hidup. Aku adalah salah seorang yang ikut menentukan pakaian apa yang harus Anda kenakan besok, kemana Anda harus berlibur tahun depan, siapa yang harus Anda kencani, instruksi apa yang harus Anda berikan kepada penata rambut Anda, gadget apa yang harus […]

 

Traveling Thailand: Menjelajah Ayutthaya

Posted By dny on December 9th, 2011

ayutthaya-city-map

KERAJAAN Ayutthaya didirikan oleh Raja Ramathibodi I (Uthong) pada tahun 1350. Namanya berasal dari kata “Ayodhya”, nama kerajaan Sri Rama dalam kisah Ramayana. Setelah melalui pertumpahan darah perebutan kekuasaan antar dinasti, Ayutthaya memasuki abad keemasannya pada perempat kedua abad ke-18. Di masa yang relatif damai tersebut, kesenian, kesusastraan dan pembelajaran berkembang.

Meski kerap berperang melawan dinasti Nguyen yang berkuasa di Vietnam Selatan, ancaman terbesar bagi Kerajaan Ayutthaya datang Raja Alaungpaya yang berkuasa di Birma. Pada tahun 1765, dua kekuatan besar pasukan Birma mengepung Ayutthaya yang setelah dua tahun pengepungan, menyerah pada tahun 1767. Ayutthaya dibumihanguskan dan nyaris musnah.

Peninggalan kota tua Ayutthaya adalah puing-puing reruntuhan istana kerajaan. Kota Ayutthaya yang baru didirikan di dekat lokasi kota lama, dan sekarang merupakan ibukota Provinsi Ayutthaya.

Dari Bangkok, Ayutthaya dapat dicapai lewat sungai maupun jalan darat. Kami memilih menempuh perjalanan dengan kereta api. Berangkat dari Hualamphong Train Station di Bangkok, kami naik kereta “kelas kambing” dengan harga tiket per orangnya 15 Bath. Bandingannya di Jakarta adalah KRL Jabodetabek kelas ekonomi. Jarak tempuh dari Bangkok ke Ayutthaya dengan kereta ini adalah 2 jam (76 km sebelah utara Bangkok). Ini adalah moda transportasi termurah untuk mencapai Ayutthaya dari Bangkok. Dan menyajikan pemandangan sub-urban Thailand dan memberi kita kesempatan untuk bertemu orang-orang Thailand dari kelas sosial yang lain.

Setiba di stasiun terakhir di Ayutthaya, tinggal berjalan kaki beberapa ratus meter ke semacam dermaga kecil. Di sana tersedia perahu kecil yang siap mengantar kita ke seberang. Ya, kota tua Ayutthaya sebenarnya semacam “pulau kecil” yang dikelilingi tiga sungai, yaitu: Chao Phraya, Lopburi, dan Pa Sak.

Di seberang dermaga ada sebuah warung kecil. Dan di warung tersebut kita bisa menyewa sepeda untuk berkeliling Ayutthaya – dari satu wat ke wat yang lain. Sepeda menurut saya adalah alat transportasi yang paling efisien untuk berkeliling Ayutthaya, ketimbang menggunakan tuk-tuk, mini-bus, atau kapal. Yang penting, persiapkan air minum dan topi. Di musim kemarau, panasnya bukan kepalang.

Tags: ,

Similar Posts
Posted in Traveling
Read more:
Seberapa Jauh Anda Mengenal Nama-nama di Buku Alamat Anda?

JANJI dari networking di era web 2.0 adalah kesempatan untuk mengenal lebih dalam dan kesempatan yang setara bagi setiap orang...

Close