splash
Selamat Datang!
Ini adalah blog pribadi Denny Hariandja. Isi blog ini sepenuhnya merupakan pandangan dan tanggungjawab saya pribadi.
Posted By dny on August 2nd, 2010

http://dennyhariandja.com/masa-kecil-tanjung-priok-1984/

NAMAKU Martinus Dante. Saat ini aku bekerja sebagai editor di sebuah kelompok penerbitan media gaya hidup. Aku adalah salah seorang yang ikut menentukan pakaian apa yang harus Anda kenakan besok, kemana Anda harus berlibur tahun depan, siapa yang harus Anda kencani, instruksi apa yang harus Anda berikan kepada penata rambut Anda, gadget apa yang harus [...]

 

Traveling Thailand: Phang Nga Bay

Posted By dny on December 3rd, 2011

TEPAT seperti yang dijanjikan, kami dijemput pukul 08.00 pagi untuk dibawa ke dermaga tempat kapal yang akan membawa kami ke Phang Nga Bay bersandar. Ternyata kami adalah yang pertama dijemput. Jadi mobil penjemput harus berkeliling dulu di seputaran Karon dan Patong untuk menjemput wisatawan-wisatawan lain. Tapi itu tidak lama. Pukul 09.00 kami sudah tiba di dermaga.

Kami dipersilahkan menunggu sambil minum kopi dan menyantap roti yang sudah disiapkan. Seorang pria, yang kelihatannya pemilik jasa tur yang kami gunakan, menyapa. Rupanya dia sudah sering berkunjung ke Indonesia. Jadi ia langsung tahu bahwa kami dari Indonesia begitu kami berbicara.

Setelah menunggu sekitar 10 menit, kami dengan sebagian rombongan wisatawan asing diberangkatkan menuju tempat kapal bersandar, sekitar 200 meter dari gerbang dermaga, dengan sebuah bis terbuka. Berjejal-jejal. Namun menyenangkan.

James Bond Island aka Koh Tapu
Tujuan pertama setelah sekitar 45 menit menyusuri laut yang tenang adalah tempat terjauh (dari Phuket) gugusan pulau-pulau karang di Phang Nga Bay – James Bond Island yang punya nama lokal Koh Tapu atau Nail Island dalam bahasa Inggris. Bentuknya memang seperti kuku – runcing, seperti menancap permukaan laut. Ketenarannya berkat film James Bond berjudul “The Man With The Golden Gun” (1974) yang dibintangi oleh Roger Moore. (Ada fakta menarik tentang ini. Sebenarnya “The Man With The Golden Gun”, beberapa tahun sebelumnya, direncanakan untuk mengambil lokasi shooting di sebuah kepulauan di wilayah Kamboja. Tapi berhubung Kamboja pada masa itu sedang dilanda perang akhirnya lokasi shooting dipindahkan ke Phang Nga Bay.)

James Bond Island sendiri hanya bisa didekati, tidak bisa didarati, dari pulau di sebelahnya – Khoa Ping Kan. Kapal yang membawa kami juga tidak bisa mendarat di Khoa Ping Kan. Untunglah, paket tur yang kami beli sudah termasuk long boat yang membawa kami mendarat di Khoa Ping Kan.

Setelah foto-foto di Khoa Ping Kan, kembali dengan long boat ke kapal. Lalu kapal berlayar lagi ke tujuan berikutnya – Hong Island atau Koh Hong.

Hong Island
Bila di Khoa Ping Kan masih dimungkinkan bagi long boat dan perahu untuk mendarat, di Koh Hong tidak ada sama sekali tempat untuk mendarat. Bentuknya tebing-tebing karang. Kapal melepas sauh di perairan. Penjelajahan untuk menikmati Koh Hong dilakukan dengan menggunakan perahu karet.

Begitu mengetahui situasinya, kami segera cepat tanggap dan berusaha mendapatkan perahu karet yang terbatas jumlahnya itu supaya kami mendapatkan kesempatan pertama untuk menjelajah. Pertimbangannya: selesai giliran menjelajah kami bisa memanfaatkan waktu menunggu rombongan berikutnya kembali dengan acara pribadi – berenang.

Dengan perahu karet kami dibawa memasuki Koh Hong melalui celah tebing yang sempit. Begitu melewati celah tebing tersebut, terbelalak menemukan laguna besar di tengah-tengahnya – sepertinya laut terperangkap dan terhimpit di antara tebing-tebing karang.

Di Koh Hong aktivitas wisata terbatas pada berkeliling pulau karang dan laguna. Tapi, bila mau, kita bisa memanfaatkan waktu menunggu giliran wisatawan-wisatawan berikutnya selesai dengan berenang di perairannya yang tenang. Sayangnya, airnya agak kehijauan dan kurang jernih. Tapi lumayanlah. Enak juga berenang-renang di sini karena tidak membutuhkan banyak tenaga melawan ombak. Asal hati-hati ketika berenang terlalu dekat dengan kapal kalau tidak mau terseret arus bawah ke kolong kapal.

Panak Island
Lanjut ke tujuan berikutnya – Panak Island. Di sini, menurut saya, adalah tempat yang paling menarik dalam perjalanan satu hari ini. Sama seperti Koh Hong, Panak Island merupakan gugusan tebing karang yang tidak dapat didarati. Wisata hanya dapat dilakukan dengan perahu karet menyusuri perairannya.

Yang membuat Panak Island lebih menarik adalah laut seakan terkurung mati di tengah-tengahnya. Untuk memasuki Panak Island, kita harus menerobos masuk ke dalam semacam gua sempit – bahkan di tengah-tengah gua kita harus membaringkan tubuh rapat dengan perahu supaya bisa melewatinya. Begitu keluar dari gua, lagi-lagi disuguhi pemandangan laguna yang luar biasa. Hiburan tambahannya juga sama dengan di Koh Hong – berenanglah sepuas-puasnya.

Selesai wisata hari ini, kami tiba kembali di Karon Beach pukul 19.00 dalam kondisi kelaparan!

Tags: , , , , ,

Similar Posts
Read more:
Ketika Ketelanjangan Itu Subversif

MASA remaja saya sangat membosankan, dipenuhi dengan moralitas yang dibangun di atas slogan-slogan, kebohongan, dan ketakutan. Sebaliknya pornografi memberikan janji-janji...

Close