splash
Selamat Datang!
Ini adalah blog pribadi Denny Hariandja. Isi blog ini sepenuhnya merupakan pandangan dan tanggungjawab saya pribadi.
Posted By dny on August 2nd, 2010

http://dennyhariandja.com/masa-kecil-tanjung-priok-1984/

NAMAKU Martinus Dante. Saat ini aku bekerja sebagai editor di sebuah kelompok penerbitan media gaya hidup. Aku adalah salah seorang yang ikut menentukan pakaian apa yang harus Anda kenakan besok, kemana Anda harus berlibur tahun depan, siapa yang harus Anda kencani, instruksi apa yang harus Anda berikan kepada penata rambut Anda, gadget apa yang harus […]

 

Traveling Thailand: Senjakala di Chiang Mai

Posted By dny on December 7th, 2011

TIDAK banyak yang saya tahu soal Chiang Mai, selain kota ini pernah menjadi tempat penyelenggaraan Sea Games 1995. Sebuah brosur wisata menyebut kota yang berusia hampir 700 tahun ini sebagai pusat dari kebudayaan Thailand Utara. Beberapa festival besar diadakan rutin setiap tahun, antara lain: Songkran (tahun baru dalam penanggalan Thailand) di pertengahan April, festival Loy Khratong di bulan November, dan festival bunga di awal Februari.

Chiang Mai merupakan ibukota kerajaan kuno di Thailand – Lanna Kingdom, yang mencapai puncak kejayaannya pada abad ke 15 dengan wilayah yang membentang dari kawasan yang sekarang merupakan barat laut Laos, utara Thailand, Yunnan selatan, sampai timur Birma.

Jejak-jejak kekuasaan dinasti yang memeluk agama Budha Theravada ini masih bisa ditemui di wilayah kota tua Chiang Mai. Wilayah kota tua Chiang Mai masih sangat terawat, lokasinya tepat di tengah kota Chiang Mai bila dilihat di peta kota, dikelilingi oleh semacam selokan dan gerbang-gerbang besar berupa gapura di empat penjurunya. Atraksi wisata utama di balik tembok kota tua Chiang Mai adalah lebih dari 30 vihara – tiga yang paling terkenal antara lain: Wat Chiang Man (yang tertua, selesai dibangun pada abad ke 13, dan tempat tinggal Raja Mengrai saat mengawasi pembangunan kota Chiang Mai), Wat Phrah Singh (1345, merupakan salah satu vihara terpenting di kota ini), dan Wat Chedi Luang (1401, kompleks bangunannya didominasi pagoda-pagoda khas kebudayaan Lanna). Begitu banyaknya vihara bertebaran di balik tembok kota tua Chiang Mai sehingga waktu satu hari untuk menjelajahinya satu per satu rasanya masih kurang.

Kota tua Chiang Mai paling enak dinikmati dengan berjalan kaki atau naik sepeda. Di sore hari, sambil menunggu jam makan malam, menyeruput kopi panas di trotoar Ratchadamnoen Road, menikmati kesenyapan senja yang seakan terperangkap di masa lalu. Sungguh iri melihat kawasan ini bila teringat pada nasib kota-kota tua di Indonesia.

Tags: , , , ,

Similar Posts
Read more:
Menguji Cinta

Dalam cinta, terkadang Anda tidak perlu menguji apa-apa. PRIA dan wanita tumbuh bersama dongeng yang sama – selama berkaitan dengan...

Close