splash
Selamat Datang!
Ini adalah blog pribadi Denny Hariandja. Isi blog ini sepenuhnya merupakan pandangan dan tanggungjawab saya pribadi.
Posted By dny on August 2nd, 2010

http://dennyhariandja.com/masa-kecil-tanjung-priok-1984/

NAMAKU Martinus Dante. Saat ini aku bekerja sebagai editor di sebuah kelompok penerbitan media gaya hidup. Aku adalah salah seorang yang ikut menentukan pakaian apa yang harus Anda kenakan besok, kemana Anda harus berlibur tahun depan, siapa yang harus Anda kencani, instruksi apa yang harus Anda berikan kepada penata rambut Anda, gadget apa yang harus […]

 

Twit Berbayar: Media Sosial, Iklan Terselubung, dan Hak Konsumen

Posted By dny on September 6th, 2010

BAGI sebagian orang, twitter terlalu bising dan mengganggu karena intensitas percakapan yang mungkin berlangsung sedemikian tinggi. Bila Anda adalah salah satu orang yang beranggapan seperti itu, Anda pasti akan semakin terganggu bila tahu bahwa twitter bisa membuat seorang bintang dapat menghasilkan sekian banyak uang hanya dengan menyusun 140 karakter untuk kepentingan bisnis tertentu. Yah, twit berbayar – begitu istilahnya.

Sebenarnya saya tidak tertarik dengan hal ini. Namun karena rapat tadi pagi bicara tentang berapa nilai satu tweet dari sebuah brand di tempat saya bekerja, maka mau tidak mau saya kembali menelusuri berita-berita yang beberapa bulan lalu pernah saya baca. Ini memang bukan berita baru. Berbagai media dan blog sudah memberitakan soal ini sejak beberapa bulan lalu.

Ternyata beberapa orang di dunia ini punya peruntungan yang benar-benar bikin iri. Holly Madison, ex playmate majalah Playboy, bisa menghasilkan $2.500 per tweet. Sedangkan Kim Kardashian dan Soulja Boy bisa menghasilkan lebih dari $10.000 sekali tweet. Dan Kendra Wilkinson, mantan model majalah Playboy, lebih hebat lagi – satu tweet dari Kendra berharga $11.765! Itu hanya lebih atau kurang dari 140 karakter lho?! (Bandingkan dengan rata-rata penulis di Indonesia yang perlu menulis sekitar 3000 kata untuk menghasilkan -hanya!- Rp. 1.000.000.)

Jadi iseng-iseng saya mencoba cari tahu kalau satu tweet saya itu harganya berapa. Siapa tahu saya bisa kaya dari twitter, kan?! Ndilalah…harga satu tweet saya hanya $0,31. Hidup itu memang tidak adil. Ingin tahu juga berapa nilai satu tweet Anda supaya ikut bisa merasakan betapa tidak adilnya hidup kepada Anda? Lihat di sini.

Lepas dari soal “menjadi kaya dengan cara gampang” di atas, maraknya penggunaan media sosial dan medium lain di luar ranah medium tradisional yang biasa digunakan untuk beriklan, kelihatannya menimbulkan kerisauan di kalangan tertentu. Pasalnya, ketika seorang bintang, misalnya, berbicara di social media tentang mobil atau pakaian atau sepatu yang ia kenakan, isi perbincangan tersebut mengaburkan batasan antara pesan sosial (baca: interaksi non-komersial antar manusia) dengan pesan komersial. Padahal, di secara etis, media dan orang-orang yang memproduksi konten diwajibkan untuk memudahkan pembaca, audiens, atau konsumen konten dari sebuah media untuk membedakan antara iklan dan konten editorial. Di media elektronik seperti televisi dan radio, maupun media cetak, batas antara pesan komersial dan non-komersial tersebut menjadi tanggungjawab pihak editorial untuk menarik garis yang tegas. Nah, dalam hal ini, – khususnya di Amerika -, seorang bintang (entertainmen, sport, dan sebagainya) dianggap sebagai produsen konten – kedudukannya sama dengan media-media tradisional.

Dalam kerangka isu di atas, Federal Trade Commission (FTC) – lembaga legal di Amerika yang mengurusi hal ini – merevisi apa yang mereka sebut sebagai Guides Concerning the Use of Endorsements and Testimonials in Advertising. Dan ini adalah revisi pertama sejak 1980. Dalam revisi tersebut, dijelaskan bahwa para blogger dan selebritas yang menyampaikan pesan tertentu kepada publik lewat media sosial – dan juga talkshow – bertanggungjawab untuk membeberkan dengan terbuka hubungan mereka dengan para pengiklan dalam konteks pesan yang disampaikan.

Nah, bagaimana dengan para bintang pengguna media sosial di Indonesia? Bagaimana dengan pesan-pesan dan iklan politik (kelihatannya juga akan marak di media sosial mendekati pemilu mendatang)?

Tags: , , ,

Similar Posts
Posted in Medium, Trending
Read more:
Persimpangan Hidup

Jalan manapun yang Anda ambil, selalu ada lubang di setiap persimpangan. HARGA BBM naik, Malaysia berniat menyerobot Ambalat. Di jalanan...

Close