Bersepeda Lintas Alam Kintamani-Klungkung

Pose
Kami bertemu Wayan Kembar di Coffee & Copper, Nyuh Kuning, Ubud. Wayan adalah pemilik Sepeda Bali, operator tur bersepeda. Barangkali Sepeda Bali tidak sebesar operator tur bersepeda lain yang banyak tersebar di Ubud. Tapi operator tur ini kami pilih karena tawaran yang menarik. Pertama, Wayan sendirilah yang akan menjadi pemandu kami dalam tur tersebut. Kedua, Wayan mengatakan bahwa dalam satu tur bersepeda ia membatasi pesertanya hanya empat orang untuk memastikan agar mereka yang mengikuti tur yang ia tawarkan bisa menikmatinya dengan maksimal. Ketiga, Wayan menawarkan dua rute tur – Tegal Alang-Ubud atau Kintamani-Klungkung.

“Apa yang Anda cari? Apakah sekedar bersepeda menikmati alam pedesaan dan melintasi pematang sawah ataukah sesuatu yang lebih menantang?” tanya Wayan.

Tentu saja saja saya memilih yang kedua. Tapi, mengingat istri saya bukanlah orang yang biasa bersepeda di medan yang terlalu berat, saya memastikan dulu tingkat kesulitannya. (Itu lebih baik daripada ia kapok dan tidak mau saya ajak berwisata dengan cara yang menantang.)

“Rute kedua memang menantang, tapi pasti bisa dilakukan bahkan oleh seorang pemula,” kata Wayan.

Ia menjamin, bila sedikit tantangan adalah hal yang kami cari – bukan hal yang terlalu biasa, maka rute kedua adalah pilihan yang harus kami ambil. Akhirnya, kami putuskan untuk mengikuti saran Wayan untuk memilih rute kedua – Kintamani-Klungkung.

2 thoughts on “Bersepeda Lintas Alam Kintamani-Klungkung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *