Bintan Trip: Perjalanan ke Teluk Bakau

Perjalanan dari Jakarta ke Bintan membutuhkan waktu 90 menit dengan pesawat terbang. Berangkat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta pukul 18.00 menggunakan Sriwijaya Air, kami tiba di Bandara Internasional Raja Haji Fisabillilah pukul 19.30. Nama bandara ini diambil dari nama pahlawan nasional Indonesia yang memimpin perlawanan terhadap Belanda dan tewas di pertempuran Teluk Ketapang, Malaka pada tanggal 18 Juni 1784. Namun, sampai saat ini, penduduk lokal masih menggunakan nama Bandara Kijang.

Dari bandara perjalanan menuju Pantai Trikora, tempat kami akan menginap, menggunakan taksi bandara. Jarak tempuh kira-kira 1 jam, dan biaya yang harus dikeluarkan untuk taksi bandara ini adalah Rp 280 ribu. Cukup mahal. Tapi kami sepertinya tidak punya pilihan lain.

Kami sampai di penginapan – Ocean Bay Resort – pukul 20.30. Harga kamar sekitar Rp 300 ribu per malam – kami reservasi lewat booking.com. Penginapan ini berbentuk rumah-rumah panggung yang berdiri di atas kolam air laut raksasa. Mirip kelong – bedanya tidak bisa diseret dengan perahu ke tengah laut seperti kelong biasa.
Tertambat

Kamarnya sangat sederhana. Meski menggunakan toilet duduk, tapi tidak ada flush. (Belakangan saya tahu kondisi toilet duduk tanpa flush ini membuat turis-turis dari Singapura terheran-heran. Di hari terakhir kami menginap di sini, saya juga sempat melihat bagaimana sekelompok turis dari Australia yang baru saja cek in sekonyong-konyong berhamburan keluar kamar dan melongok ke bawah kamar hanya untuk melihat ke mana “kotoran” mereka jatuh.) Lupakan televisi. Satu-satunya televisi di penginapan ini berada di restoran yang berada di bagian depan kelong-kelong penginapan ini. Hanya dilengkapi kipas angin – yang tidak pernah kami nyalakan karena angin laut berhembus cukup kencang.

Selesai urusan cek in, kami langsung berangkat tidur. Rencana saya adalah bangun sepagi mungkin untuk menunggu matahari terbit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *