Catatan Bersepeda: Umur Tidak Mungkin Bohong

Umur memang tidak bisa bohong. Ini satu tamparan lagi yang saya terima dua minggu lalu, 24 Juni 2012. Waktu itu tepat bersamaan dengan penyelenggaraan Duathlon (berlari 5 km, bersepeda 10 km) yang diselenggarakan oleh majalah Fitness For Men. Saya menghadiri acara ini bukan sebagai peserta, tetapi memang harus hadir saja sebagai pengamat. Jadi “tamparan” yang saya bicara di atas itu bukan soal catatan waktu saya mengikuti lomba berlari dan bersepeda tersebut.

Tamparan tersebut terkait dengan catatan waktu yang saya buat untuk menempuh jarak dari rumah sampai ke lokasi acara dengan bersepeda – dari kawasan Sunter ke Parkir Timur Senayan. Menurut catatan yang direkam oleh Endomondo, dengan peta lintasan yang kurang akurat, saya menempuh jarak 11.8 km dan mengayuh sepeda selama 47 menit 29 detik. Hampir 1 jam untuk menempuh jarak 11.8 km. Kecepatan rata-rata saya: 14.1 km per jam. Sedangkan kecepatan ertinggi saya adalah 19 km per jam.

Sungguh memalukan! Dibandingkan beberapa tahun lalu, saya terbiasa menempuh jarak dari rumah di Bekasi sampai ke kantor di Kuningan hanya dalam waktu 1 jam. Itu untuk jarak 32 km! Dan kecepatan rata-rata saya ketika masih tinggal di Bekasi, belum menikah, dan – tentunya – lebih muda dari sekarang bisa mencapai 25 km per jam. Kecepatan tertinggi yang bisa saya capai di jalan datar mencapai 35 km per jam. Itu seingat saya. Pastinya tidak akan jauh meleset.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *