Cinta Lewat Monitor

Dan tempat tidur saya sudah lama tidak disinggahi badai, pikir saya.
Hubungan digital kami pelan-pelan sampai pada tahap dimana kami merasakan kehilangan sepenggal momen penting dalam hidup bila satu malam saja lewat tanpa percakapan intens di antara kami. Begitu banyak kecocokan, begitu banyak ketertarikan. Sebelas malam kami saling menyelami, mengungkap kerinduan, bicara tentang masa depan, dan melepas libido…….sepotong cinta lewat monitor. Pertemuan kelamin di dunia yang benar-benar antah-berantah.

“Aku selalu mengatakan hal yang sebenarnya. Bahkan ketika aku berbohong.”
– Tokoh Tony Montana dalam Scarface

Satu-satunya masalah adalah hubungan ini nampaknya akan tetap tinggal sebagai keping-keping kode yang mengawang di langit dini hari. Tidak ada cukup kekuatan untuk menyeretnya keluar dari jaring-jaring elektromagnetik.

Saya menanyakan peluang saya dan Chelline kepada Lia dan Andri. Dua kenalan saya yang – saya tahu belakangan – bertaut melalui dimensi digital yang sama. (Dan saya juga mengenal mereka melalui internet – sungguh absurd).

“Sebagian orang dapat mengungkapkan perasaannya secara ekspresif, sebagian lagi tidak. Kenyataannya, lebih mudah menyapa seseorang yang asing di instant messenger daripada ketika berhadapan muka,” kata Andri.

“Aku pernah bertemu dengan tiga orang yang melakukan hal yang sama dan berhasil,” kata Lia, mantan wartawan.

Tetapi seks tanpa persentuhan kulit? Cinta tanpa ….ehhrrr….?
Rasanya itu persoalan yang terlalu besar untuk dua orang asing yang bertemu di jagat maya. Apa ini bukan sebuah jebakan mikrokosmos, dunia matriks, campuran antara ketertarikan pada misteri yang tersembunyi di relung-relung hubungan digital, perasaan terasing manusia modern, dan pencarian kedekatan personal yang semakin langka belakangan ini?

Malam ketujuhbelas. Di luar kelam. Awan menggantung malas, pelan-pelan beringsut dari muka bulan digantikan gumpalan yang lain. Dan hidup adalah pilihan.

Meskipun seks adalah hal yang bisa Anda lakukan tanpa peduli apakah Anda seorang ahli ataukah pemula. Faktanya, seks bukan semata masalah keahlian, melainkan interaksi. Kualitas di dalamnya tergantung dengan siapa Anda melakukannya. Lalu seks seperti apa yang Anda harapkan dari seseorang yang baru tiga bulan Anda kenal melalui internet?

Sudah tujuhbelas malam lewat. Segala sesuatunya masih sama. Tidak ada yang bergeming dari titik pijaknya semula. Perjalanan waktu seperti tidak memiliki makna di sini. Semuanya membeku bersama kebebalan jaman.

Dan kehidupan di luar sana terus beranjak cepat.

“Mungkin sebaiknya kita menyudahinya di sini,” pesan Chelline muncul di layar monitor, mengambang di tengah kekelaman yang memadat.

“Waktu tidak punya arti di sini.”
– The Matrix Warrior, Jake Horsley –

Saya kira Chelline benar. Sudah waktunya untuk mengakhiri semuanya. Toh, kami tidak akan kemana-mana. Ini mungkin berhasil untuk beberapa orang, tetapi saya menginginkan lebih. (Jarak masih tetap masalah yang tidak gampang diretas – bahkan di jaman mobilisasi lintas benua seperti ini.) Mungkin juga masing-masing kami akan bertemu – dan jatuh cinta – pada orang asing lain besok. Terlalu banyak yang harus dipertahankan sekaligus dipertanyakan.

Saya kira sebaiknya sekarang saya harus mulai khawatir dengan tagihan telepon saya.

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *