Menuju Konvergensi Ruang Berita

Faktanya, setidaknya di awal pencanangan kebijakan untuk menuju konvergensi ruang berita, tidak ada satu pun orang – termasuk saya – di gedung ini yang punya bayangan tentang bagaimana mengorganisasikan penyatuan ruang berita sesuai dengan perkembangan jaman. Dan tidak ada satu pun orang – di setiap level managemen perusahaan dan ruang berita – yang cukup punya keberanian untuk memulainya. Setidaknya itulah yang saya hadapi ketika pertama memasuki masalah ini dua tahun lalu. Syukurlah, sekarang, sudah ada sejumlah kecil orang yang sadar bahwa setiap perusahaan media di dunia melakukan perubahan terhadap ruang beritanya dengan satu model yang dirancang lewat proses yang tidak pernah selesai.

Masalah yang mendasar adalah semua orang menuntut jawaban yang pasti, sebuah model yang sudah jadi dan tinggal diterapkan begitu saja, dan mengharapkannya dapat langsung berjalan dan berhasil. Itu adalah respon klasik ketika tuntutan untuk melakukan perubahan muncul ke permukaan, mengguncang kemapanan dan kenyamanan setiap orang. Padahal, setiap orang pun tahu bahwa perubahan itu bergerak dengan cara yang berbeda di setiap tempat dan waktu. Setiap perusahaan pun memiliki kepemimpinan, budaya, karyawan, lingkungan, sejarah, teknologi yang berbeda. Tidak ada model perubahan yang bisa diterapkan secara mentah-mentah. Seperti yang sering diucapkan oleh para revolusioner, kita memang harus menentukan jalan perubahan kita sendiri. Namun, tentu saja, kita tetap dapat belajar dari kegagalan dan keberhasilan dari setiap model yang sudah dirumuskan oleh perusahaan media lain.

Yang mengkhawatirkan bagi saya, proses belajar dan penemuan model konvergensi ruang berita ini akan berhenti pada penerapan model Beijing Youth Daily dan – skenario terburuknya – alih-alih menyatukan ruang berita, kemandekan tersebut akan memecah ruang berita – cetak dan online. Dan beberapa pengalaman yang pernah saya dengar itu adalah skenario yang sangat buruk – terjadi persaingan yang tidak sehat antar dua ruang berita tersebut.

Untuk dapat belajar dengan baik, tentunya kita harus menentukan posisi kita terlebih dulu. Kenapa perlu memberlakukan alur kerja yang konvergen di ruang berita kita? Apa tujuannya? Media seperti apa yang kita kelola? Layanan informasi apa saja yang kita tawarkan kepada komunitas? Siapa komunitas kita? Bagaimana komunitas kita dan cara mereka mengonsumsi informasi berubah dalam beberapa tahun ke depan? Bagaimana dengan kemampuan staf ruang berita kita? Apa saja yang perlu mereka pelajari dan kuasai untuk mengantisipasi perubahaan platform media? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang perlu dirumuskan untuk menentukan posisi media sebelum beranjak menuju penemuan satu model konvergensi ruang berita (dan managemen perusahaan) yang sesuai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *