Sabar, Bos!

KEMANA pun saya pergi dan bertanya, setiap trader yang saya temui selalu memberi jawaban sama. Apakah hambatan atau tantangan terbesar bagi setiap orang yang ingin mencari keuntungan di financial market? Jawabnya: mental, psikologi, atau apapun nama yang mau Anda berikan pada kelabilan emosi yang membuat Anda tidak bisa mengambil keputusan secara jernih.

Ada banyak bentuknya: takut ketinggalan, takut rugi, takut “ketinggian”, banyak lagi. Dalam bahasan yang lebih ilmiah di literatur-literatur tentang financial market sering dianalogikan sebagai emosi yang mengayun antara titik “greedy” dan “fear”.

Saya sering mengalaminya dalam melakukan berbagai transaksi dan posisi (jual maupun beli). Tapi saya senang karena ternyata saya tidak sendirian. Semua trader, yang tentunya lebih profesional dari saya, mengatakan bahwa itu adalah masalah yang dihadapi setiap hari oleh semua trader, yang paling profesional sekalipun.

Dan untuk mengatasinya hanya ada solusi: membuat trading plan dan kegigihan serta kesabaran untuk menepis semua godaan (euforia pasar terhadap kenaikan harga yang luar biasa pada suatu emiten, misalnya) yang merayu Anda untuk keluar dari rencana yang sudah susah-payah dibuat. Jadi, saya rasa, apa yang dikatakan Bruce Lee juga relevan bagi semua orang yang beraktivitas di pasar modal.

Disclaimer:
You have to identify your weaknesses and work to change. Keep a trading diary—write down your reasons for entering and exiting every trade. Look for repetitive patterns of success and failure.

Seperti kutipan dari Alexander Elder di atas, artikel ini (dan artikel lain di kategori Trading Day) adalah semacam “catatan pelajaran” yang saya buat untuk diri sendiri. Saya bukan seorang ahli di bidang ini. Kalau Anda mendapatkan manfaat darinya, itu bagus. Namun, bila tidak, mohon dimaklumi. Namanya juga catatan seorang yang sedang belajar.

Saya tidak mengklaim catatan ini adalah murni buah pikiran saya. Saya menyalinnya dari banyak tempat – buku, kursus online, sampai seminar-seminar di sudut kedai kopi tertentu. Semuanya adalah pelajaran yang coba saya cerna, disalin (supaya tidak cepat lupa), dan dilakukan (semoga menghasilkan).

Please follow and like us:

2 thoughts on “Sabar, Bos!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *