Stock Trading Made Easy ala Saya

You have to identify your weaknesses and work to change. Keep a trading diary—write down your reasons for entering and exiting every trade. Look for repetitive patterns of success and failure.

Disclaimer: Seperti kutipan dari Alexander Elder di atas, artikel ini (dan artikel lain di kategori Trading Day) adalah semacam “catatan pelajaran” yang saya buat untuk diri sendiri. Saya bukan seorang ahli di bidang ini. Kalau Anda mendapatkan manfaat darinya, itu bagus. Namun, bila tidak, mohon dimaklumi. Namanya juga catatan seorang yang sedang belajar.

Saya tidak mengklaim catatan ini adalah murni buah pikiran saya. Saya menyalinnya dari banyak tempat – buku, kursus online, sampai seminar-seminar di sudut kedai kopi tertentu. Semuanya adalah pelajaran yang coba saya cerna, disalin (supaya tidak cepat lupa), dan dilakukan (semoga menghasilkan).

View this post on Instagram

Stock trading in four easy steps: 1. Malam ngegambar chart untuk trading plan barang yg udah dimiliki dan pasang trap point buat barang2 yg lg diliat2 (watchlist) 2. Pasang alert sesuai dengan poin2 skenario yg udah digambar di chart. 3. Paginya udah bisa santai ngopi2 nunggu alertnya ke triggered sambil baca2 berita siapa tau ada peluang laen. 4. Kalo ada alert yg kena triggered bisa balik ke chart liat kondisinya. Baru take action – ambil tp atau cl, beli, jual, atau wait and see. Jadi ngga perlu setiap saat liatin running trade. 5. Kalo pas menjelang sore ada cuan lumayan bisa liat2 tiket murah dan destinasi wisata keren. Siapa tau bisa hidup sebagai digital nomad kan. Sekalian liat2 lagi mana tau ada barang yg bisa dibeli buat jualan besok. *disclaimer on*

A post shared by Denny Hariandja (@hariandja) on

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *