Trading Order: Buy Stop, Buy Limit, Sell Stop dan Sell Limit

BERHUBUNG sudah menjadi semakin pelupa dan kesulitan menghafal dengan cepat maka saya merasa perlu untuk membuat catatan ini. Berdasarkan pengalaman, mencatat dapat mempercepat proses mematri suatu topik dalam ingatan kita. Setidaknya begitulah menurut saya.

Singkatnya begini: dalam sistem perdagangan saham di Indonesia, kita mengenal istilah direct order (transaksi yang dilakukan pada saat itu juga berdasarkan harga yang “terjadi”) dan pending order/automatic order/gtc (good till cancel) order atau apapun istilah yang digunakan oleh aplikasi online trading sekuritas yang Anda gunakan.

Namun, meskipun kedengarannya rumit, status transaksi di bursa saham kita sebenarnya sederhana. Paling tidak hanya mengenal satu transaksi yang bisa dilakukan secara umum: BUY atau BELI atau LONG (dalam bahasa kerennya). Meskipun, kabarnya – khusus untuk beberapa pihak – tersedia juga sarana transaksi SHORT (menjual saham pinjaman saat harga cenderung turun dan membelinya kembali di saat harga naik). Entah benar atau tidak, saya tidak tahu.

Hal yang berbeda berlaku di beberapa negara maju. Negara-negara tersebut memberlakukan cara transaksi dua arah – LONG dan SHORT. Artinya, Anda dapat mencari keuntungan dalam proses transaksi ketika harga cenderung turun maupun naik. Itu juga terjadi dalam perdagangan forex. Anda bisa mengambil posisi SELL/SHORT atau BUY/LONG.

Di sinilah timbulnya persoalan yang harus Anda ingat-ingat agar tidak mengalami kerugian karena mengambil posisi yang salah. Jadi ada empat posisi tunda yang bisa Anda ambil dalam sistem perdagangan dua arah ini.

BUY STOP Kita mengambil posisi beli tunda (pending buy order) dengan menempatkan penawaran kita di atas harga yang sedang berjalan. Kita berharap harga akan naik sampai posisi harga kita dan kemudian terus naik. Posisi kita akan terealisasi ketika harga naik sampai menyentuh titik harga penawaran kita dan bila harga terus naik kita akan mendapatkan keuntungan.

BUY LIMIT Kita mengambil posisi beli tunda (pending buy order) dengan menempatkan penawaran kita di bawah harga yang sedang berjalan. Kita berharap harga akan turun sampai posisi harga kita dan kemudian berbalik arah menjadi naik. Posisi kita akan terealisasi ketika harga turun sampai menyentuh titik harga penawaran kita. Bila harga berbalik arah dan naik kita akan mendapatkan keuntungan.

SELL STOP Kita mengambil posisi jual tunda (pending sell order) dengan menempatkan penawaran kita di bawah harga yang sedang berjalan. Kita berharap harga akan turun sampai posisi harga kita dan kemudian melanjutkan penurunannya. Posisi kita akan terealisasi ketika harga turun sampai menyentuh titik harga penawaran kita. Bila harga terus melanjutkan penurunannya kita akan mendapatkan keuntungan.

SELL LIMIT Kita mengambil posisi jual tunda (pending sell order) dengan menempatkan penawaran kita di atas harga yang sedang berjalan. Kita berharap harga akan naik sampai posisi harga kita dan kemudian berbalik arah menjadi turun. Posisi kita akan terealisasi ketika harga naik sampai menyentuh titik harga penawaran kita. Bila harga berbalik arah dan turun kita akan mendapatkan keuntungan.

Demikian.

Disclaimer:
You have to identify your weaknesses and work to change. Keep a trading diary—write down your reasons for entering and exiting every trade. Look for repetitive patterns of success and failure.

Seperti kutipan dari Alexander Elder di atas, artikel ini (dan artikel lain di kategori Trading Day) adalah semacam “catatan pelajaran” yang saya buat untuk diri sendiri. Saya bukan seorang ahli di bidang ini. Kalau Anda mendapatkan manfaat darinya, itu bagus. Namun, bila tidak, mohon dimaklumi. Namanya juga catatan seorang yang sedang belajar.

Saya tidak mengklaim catatan ini adalah murni buah pikiran saya. Saya menyalinnya dari banyak tempat – buku, kursus online, sampai seminar-seminar di sudut kedai kopi tertentu. Semuanya adalah pelajaran yang coba saya cerna, disalin (supaya tidak cepat lupa), dan dilakukan (semoga menghasilkan).

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *